Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Harga Singkong Jadi Tinggi di Tangan Kelompok Wanita Tani Embun Pagi, Disulap Jadi Ini Ternyata

📅 Sabtu, 28 Feb 2026, 23:48 WIB | Oleh:
Harga Singkong Jadi Tinggi di Tangan Kelompok Wanita Tani Embun Pagi, Disulap Jadi Ini Ternyata Doc: Antara
Ket. Kelompok Wanita Tani (KWT) Embun Pagi di Dusun Selaro, Desa Simpang Bayat, Kecamatan Bayung Lincir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan saat mengolah singkong.

JAMBI - Kelompok Wanita Tani (KWT) Embun Pagi di Dusun Selaro, Desa Simpang Bayat, Kecamatan Bayung Lincir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, merupakan kelompok tani binaan PHE Jambi Merang mengolah ubi menjadi tepung mocaf.

Tepung mocaf merupakan tepung berbahan dasar singkong diolah KWT Embun Pagi merupakan kelompok binaan PHE Jambi Merang agar singkong ditanam di lahan kebun maupun pekarangan rumah bisa lebih produktif, kata Manager Community Involvement and Development (CID) PT Pertamina Hulu Rokan Regional 1 Sumatera Zona 1 Iwan Ridwan Faizal, Sabtu.

"Panen singkong di sini banyak. Tapi ya gitu, harga singkong per kilo murah. Cuma 2.000/kg, maka anggota KWT Embun Pagi mendapatkan pendampingan dari PHE Jambi Merang melakukan pengembangan produk mocaf," ujarnya.

Melalui proses fermentasi, pengeringan, dan penggilingan yang lebih terstruktur, singkong kini diolah menjadi produk dengan nilai tambah yang lebih optimal. Produksi yang sebelumnya telah berjalan, diperkuat dari sisi kualitas, standarisasi proses, hingga kemasan dan pemasaran.

“Awalnya kami ragu, apakah rasanya bisa sama seperti terigu. Ternyata enak, malah lebih ringan,” kata salah satu anggota KWT Embun Pagi Riyanti.

Kini kemasan mocaf produksi kelompoknya yang kini sudah berlabel. Satu kilo tepung mocaf dibanderol Rp34.000. Berkali-kali lipat nilai jualnya dibanding hanya menjual singkong utuh saja.

Riyanti juga bersyukur PHE Jambi Merang selain melatih pemasaran, juga aktif mempromosikan tepung mocaf ini. PHE Jambi Merang memang kerap mengusung tepung mocaf dari Desa Simpang Bayat ini ke berbagai pameran kabupaten maupun provinsi, misalnya saja Sriwijaya Expo di Palembang.

Di bulan Ramadan, konsumsi makanan berbasis tepung meningkat. Tepung mocaf bisa menjadi alternatifnya. Tepung mocaf pada dasarnya merupakan sumber karbohidrat seperti halnya terigu, namun memiliki keunggulan karena bebas gluten dan cenderung lebih mudah dicerna bagi sebagian orang. Ketika berpuasa, makanan yang mudah dicerna menjadi penting agar lambung yang kosong seharian tidak “terkejut” oleh asupan yang terlalu berat.

Untuk takjil, olahan mocaf dapat dijadikan bakwan dan pisang goreng yang renyah. Untuk sajian berbuka, mocaf diolah menjadi brownies kukus, bolu pandan, dan kue lapis. Bahkan untuk persiapan Lebaran, tepung ini dipakai membuat nastar, kastengel, dan putri salju yang tak kalah lembut dari tepung terigu.

Tepung mocaf dapat membantu mengurangi ketergantungan pada tepung terigu berbasis gandum impor. Bagi warga, ini berarti rantai produksi yang lebih dekat, biaya yang lebih terkendali, serta membuka peluang nilai ekonomi baru bagi masyarakat desa.

Program pemberdayaan masyarakat dirancang agar bergulir memberikan manfaat langsung terhadap kelompok dan secara tidak langsung berkelanjutan berdampak ke ekonomi masyarakat.

Program ini memberi kesempatan bagi para ibu rumah tangga untuk lebih berdaya dan terlibat dalam aktivitas ekonomi. Sementara bagi masyarakat, ini menjadi simbol kemandirian pangan lokal. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Warga Russia Menjerit! Pemb...
Luar Negeri
Belarus Cemas Jumlah Latiha...
Luar Negeri
Insiden Maut Chiang Rai: Te...
Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.