Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Festival Perang Air Meranti Riau Masuk Karisma Event Nusantara 2026

📅 Sabtu, 28 Feb 2026, 13:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Festival Perang Air Meranti Riau Masuk Karisma Event Nusantara 2026 Doc: Kementerian Pariwisata
Ket. Suasana Festival Perang Air di Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau.

JAKARTA - Kementerian Pariwisata mengumumkan bahwa Festival Perang Air di Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, masuk dalam program unggulan Karisma Event Nusantara (KEN) tahun 2026.

"Masuknya Festival Perang Air dalam 125 Karisma Event Nusantara adalah prestasi bersama masyarakat Kepulauan Meranti," kata Pelaksana Tugas Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggaraan Kegiatan Kementerian Pariwisata Vinsensius Jemadu dalam keterangan pers kementerian yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.

"Ini bukti bahwa tradisi lokal mampu naik kelas menjadi panggung nasional," katanya.

Vinsensius menyampaikan, acara dan kegiatan yang masuk KEN 2026 dinilai bisa menimbulkan dampak signifikan terhadap pergerakan wisatawan dan perekonomian daerah.

Menurut Vinsensius, atraksi budaya selama Festival Perang Air bisa memperkuat citra Meranti sebagai daerah yang aman, tertib, inklusif, dan kaya tradisi.

Festival Perang Air bisa masuk KEN 2026 setelah melalui proses seleksi ketat yang mencakup lebih dari 500 acara dan kegiatan di 38 provinsi di seluruh Indonesia.

Proses kurasi acara dan kegiatan tersebut dilakukan secara independen oleh tim profesional berdasarkan hasil penilaian ide dan konsep, manajemen penyelenggaraan, tata kelola keuangan, strategi pemasaran dan komunikasi, serta dampak ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan.

​​​​​​​Festival Perang Air 2026 dalam rangkaian perayaan Imlek resmi ditutup pada Sabtu (21/2), setelah selama sepekan menarik ribuan warga dan wisatawan ke Jalan Ahmad Yani, jantung Kota Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti.

Setiap hari warga dan wisatawan saling menyiramkan air dan melempar balon berisi air dalam suasana penuh kegembiraan selama festival.

Vinsensius mengatakan, tradisi ini berakar dari kebiasaan masyarakat Selatpanjang dalam merayakan Imlek.

Dahulu, warga yang pulang dari perantauan berkeliling mengunjungi sanak saudara menggunakan becak.

Dalam perjalanan silaturahmi itu, anak-anak biasa bercanda dengan saling melempar air ketika berpapasan dengan rombongan lain.

Tradisi sederhana tersebut kemudian tumbuh menjadi perayaan kolektif yang mempererat kebersamaan.

Seiring waktu, Festival Perang Air berkembang menjadi simbol akulturasi budaya Tionghoa dan Melayu di Meranti.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.