Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dua Bulan Melemah 16 Poin, Rupiah Sepanjang 2026 Terseret Dinamika Global

📅 Sabtu, 28 Feb 2026, 14:21 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dua Bulan Melemah 16 Poin, Rupiah Sepanjang 2026 Terseret Dinamika Global Doc: ANTARA/ Muhammad Adimaja
Ket. Ilustrasi - Petugas menunjukan uang pecahan dolar AS dan rupiah di Bank BSI, Jakarta.

JAKARTA – Nilai tukar rupiah sepanjang dua bulan pertama 2026 tercatat melemah 16 poin atau sekitar 0,095 persen. Angka yang relatif tipis, namun mencerminkan tekanan eksternal yang konsisten.

Pelemahan ini lebih dipengaruhi faktor global ketimbang fundamental domestik, terutama dinamika geopolitik yang memicu sikap risk-off investor serta arah kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed).

Ekspektasi suku bunga yang tetap tinggi di AS membuat arus modal global cenderung kembali ke aset berbasis dolar AS, sehingga menekan mata uang emerging markets, termasuk rupiah.

Di sisi lain, ketidakpastian geopolitik meningkatkan volatilitas pasar keuangan dan memperkuat permintaan terhadap safe haven.

Ke depan, stabilitas rupiah akan sangat bergantung pada kejelasan arah kebijakan The Fed serta kemampuan otoritas domestik menjaga kepercayaan pasar melalui intervensi terukur dan bauran kebijakan yang kredibel.

Sebagai catatan, nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan di Jakarta, Jumat (27/2), bergerak melemah 28 poin atau sekitar 0,17 persen dari sehari sebelumnya menjadi Rp16.787 per dolar AS. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan kurs rupiah pada penutupan akhir tahun lalu, 30 Desember 2025 di level 16.771.

Selain itu, nilai tukar rupiah saat ini melampaui level rupiah yang dipatok pemerintah dalam asumsi makro di APBN 2026 sebesar 16.500 rupiah per dollar AS.

Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan kurs rupiah pada 27 Februari lalu seiring adanya ketegangan geopolitik antara Iran dengan AS.

“Ketegangan geopolitik terkait Iran menjadi pendorong utama minggu ini, karena Washington mengerahkan lebih banyak kapal ke Timur Tengah dan mengancam tindakan militer jika Tehran tidak menerima kesepakatan nuklir,” ungkapnya dalam keterangan tertulis di Jakarta.

Dia menyampaikan bahwa pembicaraan AS-Iran mengenai ambisi nuklir Teheran berakhir pada Kamis (26/2) tanpa kesepakatan yang jelas.

Namun, kedua pihak mengisyaratkan bahwa mereka akan segera melanjutkan negosiasi, dengan diskusi tingkat teknis juga akan berlangsung minggu depan di Wina, kata mediator Oman.

Ketidakpastian yang meningkat atas perekonomian AS juga menjadi sentimen lain, terutama pasca putusan Mahkamah Agung AS membatalkan sebagian besar tarif perdagangan Presiden AS Donald Trump. Trump menanggapi dengan mengumumkan tarif baru di bawah kerangka hukum yang berbeda, dan mengancam akan memberlakukan lebih banyak bea masuk, membuat pasar tetap waspada terhadap kemungkinan gangguan ekonomi lebih lanjut akibat bea masuk tersebut.

Selain itu, pasar sedang menilai kembali jalur kebijakan moneter Fed karena para pembuat kebijakan tetap khawatir tentang inflasi yang tinggi.

“Pasar secara luas memperkirakan bank sentral akan mempertahankan suku bunga tidak berubah pada pertemuan di bulan Maret dan April,” ujar dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

34 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

37 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

59 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.