8 Juta Orang Siap Serbu Jogja Selama Mudik Lebaran, Dishub DIY Ungkap Titik Macet Parah yang Tak Terduga
📅 Jumat, 27 Feb 2026, 06:35 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA/Andreas Fitri Atmoko
YOGYAKARTA - Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersiap menghadapi gelombang besar mobilitas manusia pada periode Mudik Lebaran 2026. Dinas Perhubungan DIY memproyeksikan sebanyak 8 juta orang akan keluar-masuk wilayah "Kota Pelajar" tersebut sepanjang masa libur hari raya.
Menariknya, titik krusial kepadatan diprediksi tidak lagi bertumpu pada akses pintu tol sisi timur, melainkan bergeser ke arah utara, tepatnya di Kecamatan Tempel, Kabupaten Sleman.
Kepala Dinas Perhubungan DIY Chrestina Erni Widyastuti mengatakan angka tersebut merupakan estimasi mobilitas orang di seluruh kabupaten/kota di DIY selama periode Lebaran.
"Kurang lebih sekitar 8 jutaan mobilitas di DIY. Itu seluruh kabupaten/kota," ujar Chrestina saat dihubungi di Yogyakarta, Kamis.
Chrestina menjelaskan estimasi tersebut mengacu pada pola mobilitas orang di sejumlah jalur masuk utama ke wilayah DIY, antara lain kawasan Prambanan, Jalan Godean, Jalan Wates, serta jalur-jalur alternatif yang selama ini digunakan pemudik.
Sebaiknya Anda baca juga:
Informasi terkait jalur alternatif tersebut, kata dia, bakal disosialisasikan kembali kepada masyarakat untuk membantu kelancaran arus mudik.
Menurut dia, pola mobilitas pada Lebaran 2026 diperkirakan tidak jauh berbeda dengan pola saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 yang dinilai berjalan cukup baik.
Berdasarkan evaluasi tersebut, kepadatan justru diperkirakan terjadi di wilayah Kecamatan Tempel, Kabupaten Sleman, bukan di kawasan akses tol di sisi timur Yogyakarta.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Justru padatnya malah di area Tempel. Saat Nataru kemarin kita mengira di Prambanan, ternyata salah. Karena biaya tol agak mahal, jadi cenderung tidak menggunakan tol," katanya.
Untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas selama arus mudik dan balik Lebaran, Dishub DIY akan berkoordinasi dengan kepolisian serta pemangku kepentingan terkait.
Salah satu langkah yang disiapkan yakni penyesuaian pengaturan lalu lintas, termasuk memperpanjang durasi lampu lalu lintas di simpang-simpang yang berpotensi padat.
Selain itu, pemantauan arus kendaraan akan dilakukan melalui "back office" Smart Province yang terintegrasi dengan Polda DIY.
"Kita bersama kepolisian dan stakeholder lain akan melakukan pengaturan lalu lintas. Pengaturan 'traffic light' nanti juga diperpanjang durasinya di simpang-simpang yang kepadatannya tinggi," ujar Chrestina.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!