Ragit Diburu Warga Palembang, Kuliner Khas Palembang saat Ramadan
📅 Kamis, 26 Feb 2026, 17:43 WIB | Oleh: Opik
Doc: ANTARA/M Imam Pramana
PALEMBANG, SUMATERA SELATAN - Makanan tradisional khas Palembang, Sumatera Selatan, ragit, menjadi salah satu menu yang diburu warga untuk berbuka puasa selama Ramadan.
Sulistia (35), seorang pedagang ragit di kawasan Kertapati, Palembang, Rabu (25/2/2026), mengatakan dirinya hanya menjual kuliner tersebut pada bulan puasa. Menurutnya, pembuatan ragit memerlukan ketelatenan khusus untuk menghasilkan bentuk jaring-jaring yang menarik.
"Banyak warga yang menyukainya. Saya menjual ini hanya saat Ramadan karena proses pembuatannya membutuhkan ketelatenan agar bentuk khasnya menarik," ujar Sulistia.
Ia menjelaskan bahwa ragit terbuat dari adonan tepung terigu yang dibentuk menyerupai jaring di atas wajan datar. Kuliner ini disajikan dengan kuah kari kambing atau sapi yang kental.
Perbedaan ragit Palembang dengan kari ala Timur Tengah terletak pada penggunaan rempah yang kompleks serta tambahan potongan kentang, daging, taburan bawang goreng, dan cabai hijau potong. Perpaduan tersebut menghasilkan sensasi rasa pedas-gurih yang segar.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menambahkan bahwa sebagian besar warga meyakini pembuat ragit terbaik di Palembang berasal dari komunitas Arab di kawasan Pasar Kuto atau Sayangan. Biasanya, mereka memproduksi ragit dalam jumlah besar hanya pada momen spesial seperti Ramadan atau hajatan.
"Pada hari biasa jarang ada yang membuat karena prosesnya lama. Namun, saat puasa, permintaan bisa meningkat hingga lima kali lipat. Bagi orang Palembang, rasanya ada yang kurang jika belum berbuka dengan ragit," katanya.
Sementara itu, Melisa (34), seorang warga Palembang, mengakui bahwa ragit memang lebih mudah ditemukan saat bulan Ramadan dibandingkan bulan-bulan lainnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Harga satu porsi ragit di pasaran cukup terjangkau, yakni berkisar antara 15.000 rupiah hingga 25.000 rupiah, tergantung pada kelengkapan potongan daging di dalam kuah karinya. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!