Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Keren! KPP Pratama Barabai Catat Lonjakan Pajak 74,78% di Awal 2026

📅 Kamis, 26 Feb 2026, 07:00 WIB | Oleh:
Keren! KPP Pratama Barabai Catat Lonjakan Pajak 74,78% di Awal 2026 Doc: Antara Foto
Ket. Kepala Kanwil DJP Kalselteng Anton Budhi Setiawan (kedua kiri) memaparkan kinerja pajak daerah di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Kalimantan Selatan dan Tengah (Kanwil DJP Kalselteng) mengatakan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Barabai mencatatkan pertumbuhan penerimaan pajak tertinggi di Kalimantan Selatan sebesar 74,78 persen pada awal tahun anggaran 2026.

Kepala Kanwil DJP Kalselteng Anton Budhi Setiawan di Banjarmasin, Rabu, mengatakan KPP Pratama Barabai menempati posisi teratas di antara total lima KPP Pratama dan satu KPP Madya yang beroperasi di seluruh wilayah Kalimantan Selatan.

“Capaian ini menandakan sebagai motor penggerak ekonomi daerah yang sangat signifikan,” ujarnya.

Ia menyebutkan KPP Pratama Barabai sebagai unit kerja di wilayah Hulu Sungai Tengah sekitarnya, telah merealisasikan penerimaan neto sebesar Rp22,17 miliar melalui pengawasan yang sangat ketat dan terukur terhadap seluruh wajib pajak potensial di daerah administrasi mereka.

“Sektor perdagangan dan jasa di wilayah Barabai memberikan kontribusi dominan terhadap total capaian target APBN sebesar 4,23 persen pada Januari 2026 sebagai bukti nyata dinamika ekonomi kerakyatan yang tetap kuat,” ucapnya.

Kemudian, KPP Pratama Banjarmasin menempati urutan kedua dengan pertumbuhan sebesar 5,42 persen, sementara empat kantor lainnya di Kalimantan Selatan masih menghadapi tantangan besar akibat tingginya angka pengembalian pajak atau restitusi kepada perusahaan.

Anton menegaskan bahwa performa luar biasa KPP Pratama Barabai menjadi penyeimbang strategis bagi KPP Madya Banjarmasin dan KPP Pratama Banjarbaru yang saat ini mencatatkan realisasi neto negatif.

Ia menyampaikan strategi percepatan restitusi pada kantor-kantor besar tersebut bertujuan untuk menjaga likuiditas perusahaan dan memperkuat daya saing industri nasional secara menyeluruh agar mampu bertahan di tengah fluktuasi ekonomi global yang sangat dinamis.

“Kami optimistis bahwa sinergi antara enam kantor pelayanan pajak di Kalimantan Selatan akan mampu mengamankan target total APBN 2026 sebesar Rp17.15 triliun melalui peningkatan edukasi dan pelayanan prima,” ujar Anton Budhi Setiawan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
KAI: Kunjungan Wisatawan La...
Nasional
Bapanas akan Mobilisasi Sto...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.