Pembangunan 10 Jembatan di Daerah Terdampak Pascabencana di Sumut
📅 Rabu, 25 Feb 2026, 23:27 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
Medan - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara terus melakukan percepatan pembangunan 10 jembatan di sejumlah daerah terdampak pasca-bencana di wilayah Sumut.
"Ada 10 jembatan yang sedang kita bangun bekerja sama dengan TNI," ucap Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Provinsi Sumut Basarin Yunus Tanjung dalam temu pers di Medan, Rabu.
Menurutnya, pembangunan jembatan tersebut guna memulihkan konektivitas antar-wilayah dan memastikan distribusi logistik bagi masyarakat terdampak tetap berjalan.
Upaya percepatan ini dilakukan agar aktivitas masyarakat terdampak dapat segera kembali normal, khususnya di wilayah yang selama ini memiliki akses terbatas.
"Dari 10 jembatan, sudah siap delapan jembatan. Tapi karena terjadi peristiwa banjir kembali terjadi pada 11 dan 16 Februari yang lalu, maka ada satu jembatan bergeser dan mengalami kerusakan. Namun akan kita perbaiki kembali," kata dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Basarin yang juga Ketua Harian Satgas Penanganan Darurat Bencana Provinsi Sumut menjelaskan pembangunan jembatan di desa-desa dengan akses terbatas juga dilakukan bekerja sama dengan TNI.
Jembatan yang dibangun merupakan jembatan rampo, yakni jembatan dengan model konstruksi berbahan besi dilengkapi plat untuk tembok dan bagian atas ditimbun tanah.
"Ini yang sedang kita bangun bekerja sama dengan TNI, di mana bahan materialnya dari Pemprov Sumut dan peralatannya dari TNI," kata dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia mengharapkan fasilitas itu nantinya bisa dilalui kendaraan roda empat untuk mengangkut stok makanan.
Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen TNI Donny Pramono mengaku personel TNI menyelesaikan pembangunan jembatan di delapan lokasi di Sumut sebagai upaya pemulihan konektivitas masyarakat terdampak bencana.
"Pembangunan ini mencakup berbagai jenis struktur jembatan, termasuk jembatan gantung dan bailey," kata dia di Jakarta, Jumat (30/1).
Personel TNI, lanjut dia, bekerja dengan menggali tanah, mengangkut material, menyiapkan fondasi, memasang besi pengaman hingga mengecat jembatan yang menghubungkan pemukiman warga.
TNI terus bahu-membahu bersama masyarakat terdampak untuk menghadirkan jalur penghubung yang aman dan layak, sehingga menormalisasi aktivitas warga di Sumut.
"Kegiatan ini dilakukan untuk memulihkan akses transportasi warga yang sempat terganggu akibat rusaknya jembatan penghubung desa," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!