Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dino Patti Djalal: Tatanan Internasional Berbasis Aturan Kini Terancam Runtuh

4 Minggu, 16 Nov 2025, 02:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dino Patti Djalal: Tatanan Internasional Berbasis Aturan Kini Terancam Runtuh Dino Patti Djalal: Tatanan Internasional Berbasis Aturan Kini Terancam Runtuh Doc: Antara
Ket. Mantan Dubes RI untuk AS Dino Patti Djalal.

Jakarta - Mantan Duta Besar RI untuk Amerika Serikat (AS) dan Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dino Patti Djalal, memperingatkan bahwa tatanan internasional berbasis aturan kian kehilangan kredibilitas dan berada di ambang keruntuhan.

Berbicara dalam diskusi Global Town Hall 2025 yang digelar FPCI secara daring pada Sabtu (15/11), Dino mengatakan prinsip kesetaraan yang seharusnya menjadi dasar sistem global tidak lagi berjalan.

“Aturan-aturan tersebut jelas tidak berlaku sama untuk semua negara, dan beberapa dikecualikan,” ujarnya.

Ia menilai semangat Piagam PBB terus memudar, sedangkan politik kekuatan kembali mendominasi hubungan internasional.

Menurut Dino, tren nasionalisme global bergerak ke arah yang keliru.

“Nasionalisme sedang bangkit, bukan nasionalisme yang tepat, tetapi nasionalisme yang tidak aman dan sering kali penuh amarah. Kita melihat terlalu banyak nasionalisme, dan kemanusiaan justru berkurang,” katanya.

Dino menekankan pentingnya peran warga dunia sebagai agen perubahan.

Ia menyebut masa depan global tidak hanya menjadi tanggung jawab pemimpin negara, tetapi milik masyarakat luas.

“Masa depan yang kita butuhkan ditujukan bagi warga dunia—masyarakat umum, mereka yang berpikir, akar rumput—di mana pun Anda berada,” ujarnya.

Ia mendorong partisipasi publik yang lebih aktif dalam proses pengambilan keputusan global.

“Bersuaralah, beri informasi, ajak berdebat, tidak setuju, tantang, beri saran. Karena masa depan adalah milik kita dan generasi mendatang. Mari kita ciptakan masa depan yang kita butuhkan bersama,” katanya.

Global Town Hall 2025 menghadirkan rangkaian diskusi tingkat tinggi yang menyoroti tantangan geopolitik, sosial, dan moral yang mendesak.

Acara ini berlangsung menjelang KTT G20 dan bertepatan dengan negosiasi iklim COP30 di Belém, Brasil, dengan partisipan dari 114 negara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
Nasional
Daya Beli Melemah, Penguata...

Anggaran Perumahan Jakarta Disiapkan Rp1,54 Triliun

48 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Anggaran Perumahan Jakarta ...

Peluang Kerja Membludak Sampai 83.300 Lowongan

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Peluang Kerja Membludak Sam...

Tahun Depan Seluruh OPD Bogor Sudah Digitalisasi

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Tahun Depan Seluruh OPD Bog...
Advertisement
Terkonfirmasi, Jenderal LSP Ditahan di Rutan Mabes Polri   

Terkonfirmasi, Jenderal LSP Ditahan di Rutan Mabes Polri  

03 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.