Otorita Targetkan Kawasan Lindung IKN 164.000 Hektare
Rabu, 25 Feb 2026, 03:27 WIBPENAJAM PASER UTARA - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menyebut target kawasan lindung di wilayah IKN yang dibangun di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), lebih kurang 164.000 hektare.
âPembangunan IKN sesuai mandat undang-undang, 75 persen ruang hijau,â ujar Staf Khusus Kepala Ototita IKN Bidang Keamanan dan Keselamatan Publik, Irjen Pol. Edgar Diponegoro, ketika ditanya menyangkut kawasan hijau IKN di Sepaku, Penajam Paser Utara, akhir pekan kemarin.
âSebanyak 75 persen itu, 65 persen kawasan lindung dan 10 persen kawasan ketahanan pangan,â tambahnya.
Tercatat luas wilayah ibu kota baru Indonesia itu lebih kurang 324.332 hektare, yang terdiri dari daratan sekitar 256.142 hektare dan perairan laut kisaran 68.189 hektare, dengan luas Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN sekitar 6.671 hektare.
âLuas kawasan lindung baru kisaran 30.000 hektare, target mencapai sekitar 164.000 hektare,â jelasnya.
Kemudian berdasarkan data kerja sama dengan Asian Development Bank (ADB), lanjut Direktur Pengembangan Pemanfaatan Kehutanan dan Sumber Daya Air Otorita IKN Onesimus Patiung, sekitar 124 ribu hektare lahan di kawasan IKN tergolong kritis dan membutuhkan rehabilitasi.
Kerusakan lahan bekas tambang menjadi kendala karena lapisan tanah subur (topsoil) kerap tidak diselamatkan, sehingga berpotensi memicu pencemaran logam berat dan kerusakan lingkungan jangka panjang.
Sejumlah upaya dilakukan untuk mencapai target 64 persen kawanan lindung, dengan program menanam pohon dua pekan sekali yang dilakukan pegawai Otorita IKN, serta kolaborasi lintas sektor, termasuk perusahaan dan masyarakat.
âKonsep pembangunan hutan hujan tropis Kalimantan tetap diutamakan, bukan hutan homogen dan komposisi tanaman akan diatur,â katanya.
Produksi bibit dari Persemaian Modern (Nursery Center) Mentawir di Kelurahan Mentawir Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, mencapai 15 juta bibit per tahun.
Estimasi penanaman rata-rata 650 pohon per hektare, rehabilitasi lahan kritis yang bisa dicapai sekitar 23.000 hektare per tahun, demikian Onesimus Patiung.
Menurut Edgar Diponegoro, IKN juga memberikan ruang bagi perlindungan satwa dan membangun kembali hutan endemik Kalimantan. âIKN tetap memberikan ruang bagi perlindungan satwa liar,â ujarnya.
Pembangunan IKN memberikan ruang terhadap keliaran satwa, antara lain dengan membangun jembatan koridor satwa di atas jalan tol. âBangunan Jembatan koridor bukti model pembangunan IKN memberikan perlindungan terhadap satwa,â katanya. Ant/S-2
Redaktur: Sriyono
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Gibran Bisa Mulai Ngantor di IKN Tahun 2026
-
Pertamina Tambah Pasokan Elpiji untuk Penuhi Masyarakat Sumbar Jelang Lebaran
-
Cegah Campak, Dinkes Lebak Gencarkan Imunisasi dan Pola Hidup Bersih.
-
Panglima TNI Anugerahkan KPLB kepada Prajurit Juara Hafalan 30 Juz Al-Qur’an
-
Daftar Lengkap Kantong Parkir Car Free Night Malam Takbiran: Dari Monas hingga Wisma Mandiri
-
Otorita Buka Ruang Keterlibatan Profesional Bangun IKN
-
Iran Tegaskan Tak Pernah Minta Gencatan Senjata
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.