- Home
-
- Luar Negeri
-
- Trump Desak Raksasa Minyak...
Trump Desak Raksasa Minyak Turunkan Harga BBM
Rabu, 05 Agu 2026, 03:00 WIBWASHINGTON â Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengkritik perusahaan-perusahaan minyak besar yang dinilainya meraup keuntungan berlebihan akibat lonjakan harga energi selama perang dengan Iran. Pernyataan itu disampaikan di tengah meningkatnya tekanan politik menjelang pemilu paruh waktu pada November mendatang.
"Saya tidak suka itu. Mereka menghasilkan terlalu banyak uang. Karena adanya kelangkaan pasokan, mereka memperoleh keuntungan yang terlalu besar," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih, Senin (3/8).
Dilansir dari AFP, lonjakan harga bensin menjadi salah satu isu politik yang paling sensitif bagi pemerintahan Trump menjelang pemilu. Partai Republik berupaya mempertahankan dominasinya di Kongres di tengah meningkatnya beban biaya hidup masyarakat.
Sejak perang antara AS dan Iran pecah pada akhir Februari, harga rata-rata bensin reguler di AS tercatat melonjak lebih dari 37 persen. Konflik tersebut memicu serangan balasan Iran terhadap kepentingan AS dan sekutunya di kawasan Teluk, serta menyebabkan terganggunya arus pelayaran di Selat Hormuz, jalur utama distribusi minyak dunia, sehingga mendorong kenaikan harga energi global.
Di sisi lain, lonjakan harga minyak justru mendongkrak kinerja keuangan perusahaan energi. ExxonMobil dan Chevron pada Jumat lalu melaporkan laba kuartalan yang melonjak tajam, didorong tingginya harga minyak selama konflik Timur Tengah.
Laba bersih ExxonMobil pada kuartal II meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi 14,5 miliar dollar AS, sedangkan Chevron membukukan laba 12,1 miliar dollar AS, atau lebih dari lima kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sejumlah perusahaan minyak besar lainnya juga melaporkan peningkatan keuntungan yang signifikan.
Trump, yang selama ini dikenal sebagai pendukung industri bahan bakar fosil, mengaku tidak puas melihat keuntungan besar yang diraih perusahaan minyak ketika masyarakat harus menanggung harga bahan bakar yang tinggi.
"Saya tidak senang dengan hal itu. Mereka seharusnya mengembalikan sebagian keuntungan itu kepada masyarakat dan menurunkan harga eceran bagi konsumen," ujarnya.
Sebelumnya, pada Juni lalu, Trump juga menginstruksikan Departemen Kehakiman AS untuk menyelidiki dugaan praktik "penipuan" di industri minyak yang diduga berkontribusi terhadap tingginya harga bahan bakar di pasar domestik.
- Kebijakan AS
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: AFP, Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
AS Tuduh Kuba Menyusup ke Pemerintahan, Ketegangan Washington-Havana Kembali Memanas
-
Blok M Jadi Percontohan Pertama Kawasan Rendah Emisi Jakarta, Ini Rencana Pemprov DKI
-
Tarif Bus Transjabodetabek Bakal Naik, Rute Blok M-Bandara Jadi Rp10.000-15.000
-
Menyamar Jadi Penjual Buah, 8 Terduga Teroris Jaringan ISIS Diciduk Densus 88 di Sulteng
-
IHSG Hari Ini Melemah Usai Pidato Presiden, Saham Basic Materials Jadi Beban
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.