Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kejar Swasembada, Teknologi Jadi Kunci Produksi Garam

📅 Rabu, 25 Feb 2026, 00:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Kejar Swasembada, Teknologi Jadi Kunci Produksi Garam Doc: istimewa
Ket. Komoditas Penting - Modernisasi Tambak Garam Mendesak

JAKARTA – Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia menyoroti masih lebarnya defisit produksi garam nasional, di mana kebutuhan mencapai sekitar 3 juta ton per tahun, sementara produksi domestik baru sekitar 1,64 juta ton. Kesenjangan hampir separuh kebutuhan ini menunjukkan persoalan struktural yang belum terselesaikan di sektor pergaraman.

Rendahnya produktivitas dan kualitas garam dalam negeri membuat Indonesia masih bergantung pada impor, bahkan untuk garam konsumsi. Kebergantungan ini tidak hanya berdampak pada neraca perdagangan, tetapi juga menekan kesejahteraan petambak garam lokal yang harus bersaing dengan produk impor.

DPR menilai diperlukan langkah strategis, mulai dari modernisasi produksi hingga penguatan kebijakan perlindungan pasar domestik, agar swasembada garam dapat lebih realistis dicapai. Anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo menilai pendekatan kebijakan tidak cukup hanya melalui perluasan lahan (ekstensifikasi), melainkan harus beralih pada intensifikasi berbasis teknologi.

Menurutnya, kadar NaCl garam nasional perlu ditingkatkan melalui modernisasi proses produksi sebagaimana diterapkan di negara-negara maju. “Ke depan, kita perlu memotong mata rantai produksi yang tidak efisien. Pengolahan air laut harus langsung diarahkan menjadi produk akhir dengan teknologi modern sehingga lebih efektif dan memiliki nilai tambah,” ujarnya dikutip dari laman resmi DPR RI, Selasa (24/2).

Dia juga mendorong keterlibatan sektor swasta melalui pemberian insentif, kemudahan regulasi, serta jaminan stabilitas harga. Dalam konteks ini, Firman mengusulkan agar PT Garam tidak hanya berperan sebagai produsen, tetapi juga menjadi penyangga stok dan stabilisator harga garam nasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ambisi Semikonduktor Nasional Terhalang Ekosistem Industri
    Preview komentar:
    Tantangan mendasar yang dipaparkan secara tajam dalam artikel ...
  • Pemprov Kaltara Dorong UMKM Dilibatkan dan Masuk Kawasan Industri
    Preview komentar:
    Langkah strategis Pemprov Kaltara memfasilitasi UMKM lokal untuk ...
  • Bongkar! Beras Fortifikasi Palsu Dijual Rp42.000, Harga Dinaikkan 300 Persen
    Preview komentar:
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile

80 Perusahaan Bekerja Sama PAL Jaya

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
80 Perusahaan Bekerja Sama ...
Daerah
Cuaca Kering dan Panas Suli...
Daerah
Berikut Daftar Destinasi Pi...

Daerah-daerah Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Daerah-daerah Siaga Kebakar...
Megapolitan
Bappeda Memilih Bus Sekolah...

Harga Cabai Rawit Rp67.350/Kg, Telur Ayam Rp29.350/Kg

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp67.350/...
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Indonesia Siaga! 3 Gunung Api Aktif Mendadak Meletus Beruntun dalam Semalam!

Indonesia Siaga! 3 Gunung Api Aktif Mendadak Meletus Beruntun dalam Semalam!

19 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.