Sekjen PBB Mengecam Meningkatnya ‘Aturan Kekerasan’ di Seluruh Dunia
📅 Selasa, 24 Feb 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim RedaksiKemunduran Demokrasi
PBB mencatat konflik semakin banyak, impunitas meluas, dan kebutuhan kemanusiaan melonjak, sementara donor tradisional terbesar, Amerika Serikat, memangkas tajam bantuan luar negeri sejak Presiden Trump kembali berkuasa pada 2025. Beberapa donor besar lainnya ikut mengambil langkah serupa.
Guterres memperingatkan bahwa “ketika hak asasi manusia runtuh, maka semuanya ikut runtuh.”
Krisis penghormatan terhadap HAM, katanya, mencerminkan sekaligus memperbesar berbagai keretakan global, termasuk meningkatnya kebutuhan kemanusiaan di tengah menurunnya pendanaan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada saat yang sama, “ketimpangan melebar dengan kecepatan mencengangkan dan banyak negara tenggelam dalam utang serta keputusasaan.”
Ia juga menyoroti percepatan krisis iklim serta penggunaan teknologi, terutama kecerdasan buatan yang semakin sering menekan hak, memperdalam ketimpangan, dan membuka bentuk diskriminasi baru baik secara daring maupun luring.
Sementara itu, Turk mengkritik para pemimpin tanpa menyebut nama yang merasa berada “di atas hukum dan Piagam PBB.”
Sebaiknya Anda baca juga:
“Mereka mengklaim status istimewa atau ancaman luar biasa untuk menjalankan agenda mereka dengan cara apa pun,” katanya, seraya menambahkan bahwa sebagian pihak memanfaatkan kekuatan ekonomi dan menyebarkan disinformasi untuk membungkam kritik.
Guterres menegaskan bahwa di berbagai lini, kelompok rentan semakin tersingkir.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!