Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkot Bandung: Perang Melawan Sampah Dimulai dari RW

📅 Minggu, 22 Feb 2026, 00:05 WIB | Oleh:
Pemkot Bandung: Perang Melawan Sampah Dimulai dari RW  Doc: Humas Kota Bandung

BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menegaskan perang melawan sampah dimulai dari tingkat paling bawah, yakni Rukun Warga (RW). Sebanyak 1.596 petugas pemilah dan pengolah sampah telah dikerahkan untuk menjangkau seluruh RW di Kota Bandung.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan hal tersebut dalam Wawancara Khusus “Berita Satu Spesial” B-Tv bertema Satu Tahun Kepala Daerah, Sinergi Pusat & Daerah, Jumat (20/2) lalu.

Wali Kota Farhan mengungkapkan salah satu tantangan terbesar berada di Pasar Gedebage yang setiap hari menghasilkan sekitar 20 ton sampah, mayoritas berupa limbah pisang. Menurut dia, Kota Bandung merupakan konsumen pisang yang sangat besar, namun hanya buahnya yang dimanfaatkan, sementara kulit dan bagian lainnya menjadi beban pengelolaan.

“Problemnya adalah limbah organik itu harus diolah dengan teknologi biodigestor yang memang menimbulkan bau,” ujar dia.

Ia menjelaskan, metode pengolahan lanjutan seperti maggot, biodigestor hingga RDF tetap memiliki konsekuensi risiko bau. Bahkan teknologi termal sekalipun tidak sepenuhnya tanpa dampak.

Wali Kota Farhan mengutip arahan Presiden yang menyebut persoalan sampah sebagai sebuah “perang”.

“Perangnya tidak mudah karena musuhnya datang dari diri kita sendiri. Sampah tidak pernah datang dari orang lain tapi dari diri kita sendiri,” kata dia.

Sebagai langkah konkret, Pemkot meluncurkan program “Gaslah” (Petugas Pemilah dan Pengolah Sampah). Program ini menempatkan satu petugas pemilah di setiap RW untuk memastikan proses pemilahan berjalan dari hulu.

Dari total 1.596 RW, seluruhnya telah direkrut petugas. Namun Wali Kota Farhan mengakui hal itu belum cukup. Pemkot akan memperluas cakupan hingga menjangkau 9.699 RT agar edukasi dan pengolahan sampah dimulai dari rumah tangga.

Ia juga menegaskan kawasan komersial seperti pasar, hotel, dan perkantoran wajib mengolah sampahnya secara mandiri dan tidak lagi membebani sistem kota.

Wali Kota Farhan mengingatkan, perubahan perilaku menjadi kunci utama. Edukasi dari rumah, sekolah, hingga tempat kerja harus berjalan paralel dengan peningkatan teknologi pengolahan.

“Kalau tidak dimulai dari hulu, maka hilirnya akan selalu berat,” ungkap dia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Prabowo Anugerahi Bintang M...

Pelatihan fotografi produk UMKM

1 jam lalu | Wahyu AP

Rona
Pelatihan fotografi produk ...
Megapolitan
Festival Olahraga Rakyat Ja...
Advertisement
Daftar Terakhir Perolehan Medali Asian Games 2026: Indonesia Posisi ke-16

Daftar Terakhir Perolehan Medali Asian Games 2026: Indonesia Posisi ke-16

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.