Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemenperin: Ketimbang Impor, IKM Komponen Otomotif Lokal Mampu Pasok Kebutuhan Kendaraan Niaga untuk KMP

📅 Minggu, 22 Feb 2026, 10:05 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Kemenperin: Ketimbang Impor, IKM Komponen Otomotif Lokal Mampu Pasok Kebutuhan Kendaraan Niaga untuk KMP Doc: Antara
Ket. Aktivitas karyawan IKM Komponen Otomotif

JAKARTA-Pemerintah terus memacu pengembangan industri otomotif nasional pada segmen pasar kendaraan komersial termasuk pick-up. Rantai pasok industri otomotif nasional erat kaitannya dengan pelaku industri komponen otomotif skala kecil dan menengah.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) konsisten untuk terus melakukan berbagai program dan kegiatan pembinaan dan pendampingan kepada pelaku industri kecil dan menengah (IKM) komponen otomotif untuk dapat masuk ke dalam rantai pasok industri kendaraan bermotor. 

Upaya yang dilakukan di antaranya adalah Fasilitasi Restrukturisasi Mesin dan Peralatan, Pendampingan dan Sertifikasi ISO 9001, Implementasi Industri 4.0, Pendampingan Penerapan Lean Manufacturing, Sosialisasi ISO 14001 dan IATF, hingga Fasilitasi Link and Match dengan Industri Besar. 

Kemenperin melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) juga berkolaborasi dengan berbagai stakeholder pengembangan IKM komponen otomotif, salah satunya bersama Asosiasi Perkumpulan Industri Kecil dan Menengah Komponen Otomotif (PIKKO).

PIKKO merupakan asosiasi IKM manufaktur komponen otomotif yang dibina Ditjen IKMA Kemenperin. Berdiri sejak 13 tahun yang lalu dan beranggotakan sebanyak 110 IKM yang memproduksi komponen otomotif berbahan dasar metal, plastic rubber dan nonwoven insulation, karpet serta mould and dies yang merupakan tier 2 dan 3 industri otomotif nasional. PIKKO juga menjadi bagian ekosistem dari OEM dan tier 1 untuk kendaraan roda dua dan roda empat atau lebih.

Salah satu bentuk sinergi Kemenperin dan PIKKO adalah peluncuran Alat Mekanis Multiguna Perdesaan (AMMDes) pada tahun 2018 di acara GIIAS yang dibuat oleh anak perusahaan PT Astra Otoparts Tbk, yaitu PT Velasto Indonesia yang saat ini menjadi PT Kreasi Mandiri Wintor Indonesia, yang dalam produksinya melibatkan IKM komponen otomotif binaan Ditjen IKMA (PIKKO dan IKM Tegal).

Pengembangan AMMDes yang merupakan jenis kendaraan niaga, memberikan pengalaman dan membuktikan kemampuan pelaku IKM dalam mengembangkan jenis kendaraan tersebut. Pengembangan industri kendaraan niaga nasional menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam meningkatkan kemandirian industri, memperkuat struktur manufaktur nasional, serta menciptakan nilai tambah ekonomi dan penyerapan tenaga kerja di dalam negeri. 

Kemenperin secara proaktif juga meningkatkan pengembangan industri kendaraan niaga nasional melalui berbagai langkah strategis, termasuk peningkatan penggunaan komponen dalam negeri, penguatan struktur rantai pasok industri otomotif, pengembangan industri komponen, serta peningkatan investasi dan penguasaan teknologi manufaktur kendaraan.

Dengan pendampingan dan fasilitasi yang telah diberikan, diharapkan pelaku IKM komponen otomotif lokal termasuk yang tergabung dalam PIKKO, dapat berpartisipasi dalam pemenuhan kebutuhan kendaraan niaga dalam negeri, baik dari sektor sektor perorangan, swasta hingga pemerintah.

Seperti keterangan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, prospek kendaraan niaga di Indonesia sangat besar, sebagai illustrasi, apabila pengadaan kendaraan pick-up sejumlah 70.000 unit dipenuhi oleh produk dalam negeri, maka akan memberikan dampak positif ekonomi (backward linkage) sebesar kurang lebih Rp 27 Triliun. 

" Apabila kebutuhan kendaraan pick-up dipenuhi melalui produksi dalam negeri, maka nilai tambah ekonomi dan penyerapan tenaga kerja akan dinikmati oleh Indonesia,"ucap Menperin Agus.

Dia menegaskan, akan banyak subsektor industri yang berkaitan langsung dengan produksi kendaraan pick- up seperti industri ban, industri kaca, industri baterai basah (accu), industri logam, industri kulit, industri plastik, industri kabel, industri elektronik, dan lain sebagainya.

Ganggu rantai pasok lokal

Sehubungan dengan adanya informasi rencana langkah importasi kendaraan untuk operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) oleh PT Agrinas Pangan Nusantara, PIKKO melalui surat resmi menyampaikan kekecewaannya. Dengan utilisasi produksi saat ini yang masih di angka 60-70% tentunya dampak impor kendaraan utuh tidak hanya dirasakan pabrikan, tetapi juga pada sekitar 6.000 tenaga kerja di sepanjang rantai pasok industri komponen otomotif. Langkah ini akan menimbulkan disrupsi pada keberlangsungan ekosistem industri otomotif nasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Resmi Masuk DK PBB, Kirgist...
Luar Negeri
Pilpres Kolombia Diinterven...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.