Lompatan Ekonomi Situbondo di Tengah Efisiensi anggaran
📅 Sabtu, 21 Feb 2026, 12:05 WIB | Oleh: SujarProgram ini menjadi jembatan antara potensi kekayaan alam Situbondo dengan pemilik modal atau investor, sehingga daerah tersebut diposisikan sebagai tujuan investasi yang menjanjikan, mulai dari sektor pertanian, perikanan, pariwisata, hingga industri pengolahan.
Bahkan, Pemkab Situbondo mempercepat perumusan pembentukan Rancangan Peraturan Daerah Insentif Investasi dalam upaya memperkuat daya saing wilayah setempat. Pembentukan Raperda Insentif Investasi itu untuk memudahkan investor berinvestasi.
Data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Situbondo mencatat realisasi investasi pada 2025 meningkat menjadi Rp1 triliun dibanding 2024 di angka Rp590 miliar, atau naik 66 persen.
Nilai investasi terbesar pada 2025 adalah, Pabrik Gula Assembagoes mencapai Rp800 miliar untuk biaya modernisasi pabrik gula.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ada pula penanaman modal asing atau PMA, yang bergerak di bidang pengolahan rumput laut di Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, dan Desa/Kecamatan Banyuglugur.
Sementara untuk penanaman modal dalam negeri (PMDN), muncul dalam bentuk pusat perbelanjaan, antara lain Roxy, KDS, dan pembangunan hotel, serta usaha-usaha lainnya.
Setahun kepemimpinan Bupati Rio dan Wabup Ulfiyah, juga memiliki kepedulian terhadap akar budaya, dengan menghidupkan kembali marwah Kota Besuki.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dengan merevitalisasi Pendopo Pate Alos dan eks Kewedanan Besuki, menjadi upaya pelestarian sejarah panjang yang telah ada sejak masa Hindia Belanda.
Pendopo dan Kewedanan Besuki yang terletak di wilayah barat Situbondo, tepatnya di Kecamatan Besuki, pada masa itu menjadi pusat administrasi dan pemerintahan di wilayah Keresidenan Besuki, membawahi Situbondo, Jember, Bondowoso, Banyuwangi.
Pemkab Situbondo akan terus menekan angka kemiskinan, selain melalui berbagai program bantuan langsung dan pemberdayaan ekonomi, juga dilakukan lewat pengembangan pariwisata. Objek wisata itu tidak melulu tentang keindahan alam, namun bisa juga dari peninggalan Kolonial Belanda.
Nantinya, Pendopo Pate Alos dan Kewedanan Besuki menjadi satu kawasan warisan budaya, sehingga akan tumbuh simpul-simpul ekonomi baru di wilayah barat Situbondo, seperti pembangunan hotel, termasuk pusat kuliner.
Pengembangan UMKM di bidang pertanian, perikanan, pariwisata alam, maupun pariwisata sejarah dan sektor lainnya diharapkan menjadi instrumen untuk menggerakkan roda ekonomi masyarakat.
Dengan instrumen tersebut, tingkat kemiskinan akan terus menurun, dan langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah untuk menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!