Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tidak Semua Kematian Bintang Melalui Supernova

📅 Rabu, 18 Feb 2026, 06:42 WIB | Oleh:

Ketika tim membandingkan pengamatan dengan prediksi teoretis, mereka menyimpulkan bahwa penurunan kecerahan yang ekstrem tersebut sangat menunjukkan bahwa inti bintang runtuh dan membentuk lubang hitam.

Bintang Masif Gagal Meledak

Bintang bersinar karena fusi nuklir di intinya mengubah hidrogen menjadi helium, menciptakan tekanan ke luar yang melawan gravitasi. Pada bintang yang setidaknya 10 kali lebih masif dari Matahari kita, keseimbangan ini akhirnya rusak ketika bahan bakar nuklir menipis. Gravitasi kemudian mengalahkan tekanan ke luar, menyebabkan inti runtuh dan membentuk bintang neutron yang padat.

Dalam banyak kasus, banjir neutrino yang dilepaskan selama keruntuhan ini menghasilkan gelombang kejut kuat yang merobek bintang menjadi supernova. Namun, jika gelombang kejut itu terlalu lemah untuk mengeluarkan materi di sekitarnya, sebagian besar bintang dapat jatuh kembali ke dalam. Model teoritis telah lama menunjukkan bahwa jatuhnya kembali ini dapat mengubah bintang neutron menjadi lubang hitam.

“Kita telah mengetahui keberadaan lubang hitam selama hampir 50 tahun,” kata Kishalay De. “Namun kita baru sedikit memahami bintang mana yang berubah menjadi lubang hitam dan bagaimana mereka melakukannya,” ujarnya.

Peran Kunci Konveksi

Studi rinci tentang M31-2014-DS1 juga membantu para peneliti meninjau kembali objek serupa, NGC 6946-BH1, yang telah diidentifikasi satu dekade sebelumnya. Analisis ulang kedua kasus tersebut mengungkap unsur penting yang sebelumnya hilang dalam memahami apa yang terjadi pada lapisan luar bintang setelah supernova yang gagal. Jawabannya terletak pada konveksi.

Konveksi muncul dari perbedaan suhu besar di dalam bintang. Intinya sangat panas, sementara lapisan luarnya jauh lebih dingin. Kontras ini mendorong gas bersirkulasi antara daerah yang lebih panas dan lebih dingin.

Ketika inti runtuh, gas di bagian luar masih bergerak karena proses pengadukan ini. Menurut model yang dikembangkan di Flatiron Institute, gerakan tersebut mencegah sebagian besar material luar jatuh langsung ke dalam lubang hitam. Sebaliknya, beberapa lapisan dalam mengelilingi lubang hitam, sementara lapisan terluar terdorong keluar.

Saat material yang dikeluarkan bergerak menjauh, ia mendingin. Pada suhu yang lebih rendah, atom dan molekul bergabung membentuk debu. Debu tersebut menghalangi cahaya dari gas yang lebih panas di dekat lubang hitam, menyerap energi, lalu memancarkannya kembali dalam panjang gelombang inframerah. Hasilnya adalah cahaya kemerahan yang bertahan lama yang dapat berlangsung selama beberapa dekade setelah bintang aslinya menghilang.

Penulis bersama dan peneliti Flatiron, Andrea Antoni, mengembangkan kerangka kerja teoretis di balik model konveksi ini.

Berdasarkan pengamatan baru, ia mengatakan laju akresi material yang jatuh jauh lebih lambat daripada jika bintang tersebut langsung runtuh sepenuhnya.

Material konvektif itu memiliki momentum sudut sehingga berputar mengelilingi lubang hitam. Alih-alih membutuhkan waktu berbulan-bulan atau setahun untuk jatuh ke dalam, prosesnya memakan waktu puluhan tahun. Karena itu, ia menjadi sumber yang lebih terang daripada perkiraan awal, dan peneliti mengamati penundaan panjang dalam peredupan bintang aslinya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Mobil Tabrak Kerumunan Oran...
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Rona
7 Drama Korea Baru Wajib Di...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.