Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPS: Harga Bawang Merah Turun

📅 Rabu, 18 Feb 2026, 14:44 WIB | Oleh:
BPS: Harga Bawang Merah Turun Doc: freepik

JAKARTA - Harga bawang merah nasional hingga pekan kedua Februari 2026 tercatat Rp41.673 per kilogram. Angka tersebut turun selama tiga bulan berturut-turut namun masih sedikit di atas Harga Acuan Penjualan (HAP) sebesar Rp41.500.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik, Ateng Hartono, mengatakan penurunan harga belum diikuti pemerataan di seluruh daerah. Sebanyak 81 kabupaten dan kota justru mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga bawang merah.

"Bawang merah ini harganya walaupun alhamdulillah mengalami penurunan secara berturut-turut 3 bulan, sekarang posisinya menjadi Rp41.673, tapi ini sedikit di atas harga HAP-nya, HAP-nya itu Rp41.500," ucap dia dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 di Jakarta, Rabu (18/2).

Ia menjelaskan terjadi kesenjangan harga yang cukup tinggi antarwilayah. Harga tertinggi mencapai Rp100.000 per kilogram, sedangkan terendah sekitar Rp22.000.

Harga tertinggi tercatat di Kabupaten Lanny Jaya, Puncak, Puncak Jaya, Intan Jaya, dan Kabupaten Bintan. Kondisi tersebut menunjukkan distribusi dan ketersediaan pasokan yang belum merata.

Ateng menyebut kenaikan IPH tertinggi terjadi di Kabupaten Rote Ndao sebesar 32 persen dan Boven Digoel sebesar 31,29 persen. Kenaikan juga terjadi di Garut, Karawang, Cirebon, Lamongan, dan Pacitan.

Jika dibandingkan dengan Harga Acuan Penjualan, terdapat sejumlah daerah yang telah melampaui batas. Harga di Rote Ndao tercatat 14,86 persen di atas HAP, sementara Boven Digoel mencapai 76,39 persen.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Tomsi Tohir, mengatakan pengendalian harga pangan menjadi prioritas pemerintah menjelang Ramadan. Pemerintah daerah diminta memastikan harga tetap terjangkau bagi masyarakat.

Ia menilai kenaikan harga yang terjadi sebelum Ramadan merupakan tantangan yang harus diantisipasi setiap tahun. Tim Pengendalian Inflasi Daerah diminta memperkuat koordinasi untuk menjaga stabilitas pasokan dan distribusi.

“Nomor satu urusan kita adalah menjaga harga pangan. Agar tetap murah dan terjangkau,” kata Tomsi. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog Milit...
Megapolitan
DKI Jakarta Benahi Kabel Se...

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.