Teladani Rahmi Hatta: Menteri PPPA dan Meutia Hatta Tekankan Peran Ibu dalam Pemberdayaan Perempuan
📅 Senin, 16 Feb 2026, 14:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: istimewa
JAKARTA— Sosok Rahmi Hatta, istri Wakil Presiden pertama RI, Mohammad Hatta kembali diangkat sebagai teladan perempuan Indonesia yang relevan hingga saat ini, terutama dalam penguatan peran ibu, ketahanan keluarga, serta kecintaan terhadap produk dan budaya lokal. Hal tersebut mengemuka dalam rangkaian wawancara pada peluncuran buku tentang Rahmi Hatta yang digelar, Senin 16 Februari 2026.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi menilai Rahmi Hatta merupakan figur perempuan yang memberikan pesan kuat bagi generasi saat ini. Salah satunya melalui keteladanan dalam mencintai dan merawat produk-produk lokal Indonesia.
“Dari cerita putri-putri beliau, Ibu Rahmi Hatta sangat mencintai produk lokal dan menjaganya dengan baik. Ini menjadi pesan penting bagi generasi penerus untuk tetap mencintai produk Indonesia,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya peran keluarga sebagai fondasi negara. Menurutnya, tantangan utama saat ini adalah rapuhnya komunikasi dalam keluarga, baik antara suami dan istri maupun orang tua dan anak.
“Kita sedang mengalami pola asuh keluarga yang rapuh. Komunikasi dalam keluarga semakin sulit, padahal keluarga adalah pondasi sebuah negara. Ini yang harus diperkuat,” tegasnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Arifah pun mengajak para ibu untuk melakukan introspeksi dalam pola asuh anak. “Ayo kita bertanya pada diri sendiri, apakah komunikasi di keluarga sudah baik dan apakah pola asuh yang kita berikan sudah tepat,” katanya.
Sementara itu, Meutia Hatta, putri Rahmi Hatta, mengungkapkan bahwa ibunya merupakan pribadi yang mulia, humanis, dan humoris, serta memiliki semangat belajar yang tinggi sepanjang hidupnya. Rahmi Hatta dikenal sebagai sosok yang terus mengembangkan diri melalui membaca, menonton pertunjukan seni, belajar bahasa asing, hingga mengikuti perkembangan budaya.
“Ibu selalu ingin tahu dunia dan isinya. Beliau belajar sendiri, mendidik diri sendiri, dan kemudian menularkan semangat itu kepada orang lain,” ujar Meutia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Meutia, keteladanan Rahmi Hatta tidak diberikan melalui perintah, melainkan melalui contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari cara berpakaian, memilih kuliner Nusantara, hingga mengajak orang-orang di sekitarnya mengenal tempat dan pengalaman baru.
“Ibu menjadi teladan tanpa harus menyuruh. Orang-orang dengan sendirinya meneladani beliau,” ungkapnya.
Meutia juga menekankan pesan penting bagi perempuan Indonesia agar pemberdayaan perempuan, baik sosial maupun ekonomi, tetap berakar pada kecintaan terhadap Indonesia. Ia mencontohkan penggunaan batik, kain tradisional, dan aksesori dari berbagai daerah sebagai bentuk nyata dukungan terhadap budaya dan produk dalam negeri.
“Pemberdayaan perempuan harus terus berjalan, tetapi jangan lupa mencintai Indonesia. Kita punya tekstil dan budaya yang luar biasa dari Sabang sampai Merauke,” ujarnya.
Terkait peluncuran buku Rahmi Hatta, Meutia menjelaskan bahwa buku tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan yang berlangsung hingga 12 Agustus, bertepatan dengan bulan Bung Hatta. Berbagai program akan digelar untuk menggambarkan sosok Rahmi Hatta sebagai pendidik alami yang menginspirasi melalui kehidupan sehari-hari.
Menutup pernyataannya, Meutia Hatta menyampaikan harapan agar perempuan Indonesia, khususnya para ibu dan kalangan elit, turut aktif mendukung produk lokal serta peka terhadap kondisi sosial di sekitarnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!