Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Persaingan Kian Memanas di Puncak La Liga

📅 Senin, 16 Feb 2026, 06:23 WIB | Oleh:
Persaingan Kian Memanas di Puncak La Liga Doc: Josep LAGO / AFP
Ket. Pemain Barcelona Marcus Rashford berebut bola dengan bek Girona Vitor de Oliveira di pertandingan liga Spanyol antara Barcelona lawan Girona di Estadi Olimpic Lluis Companys di Barcelona.

BARCELONA - Persaingan di puncak klasemen La Liga kian memanas. Barcelona dan Real Madrid saling sikut dengan selisih poin yang nyaris tak memberi ruang untuk membuat kesalahan. Dalam situasi seketat ini, laga tandang Barcelona ke markas Girona, Selasa (17/2) dini hari WIB menjadi ujian penting bagi klub Catalan.

Barcelona tertinggal dua poin dari Madrid di puncak klasemen. Tim asuhan Hansi Flick menang tiga laga terakhir liga dan menunjukkan konsistensi yang sempat diragukan di awal musim. Namun bayang-bayang kekalahan telak 0-4 dari Atletico Madrid dalam leg pertama semifinal Copa del Rey masih terasa. Tertinggal empat gol sejak babak pertama, Blaugrana tak berkutik. Kekalahan itu menjadi alarm bahwa dominasi domestik belum sepenuhnya aman.

Flick menegaskan fokus tim asuhannya kini kembali ke liga. Dengan rekor tandang terbaik kedua musim ini, 25 poin dari 12 laga, Barcelona punya modal kuat menghadapi Girona. Akan tetapi, duel sesama klub Catalan tersebut tak bisa dianggap formalitas. Girona memang menghuni posisi ke-12, tetapi jarak mereka dengan zona degradasi hanya empat poin. Tekanan untuk bertahan di kasta tertinggi membuat setiap pertandingan bagi tim asuhan Michel sarat urgensi.

Girona datang setelah dua hasil imbang 1-1 melawan Sevilla dan Getafe. Performa kandang mereka justru menjadi titik lemah: baru 13 poin dari 11 laga, dengan tiga kemenangan. Meski demikian, sejarah mencatat Girona pernah dua kali menumbangkan Barcelona, termasuk kemenangan 4-2 pada Desember 2023. Namun dalam tiga pertemuan terakhir, Blaugrana selalu unggul, termasuk kemenangan 2-1 di putaran pertama musim ini.

Kedua tim sama-sama dihantui badai cedera. Girona kehilangan sejumlah pemain inti seperti Juan Carlos, Donny van de Beek, Portu, Marc-Andre ter Stegen, Alex Moreno, dan Ricard Artero. Azzedine Ounahi masih menunggu kepastian kebugaran. Thomas Lemar yang mencetak gol ke gawang Sevilla diprediksi kembali menjadi andalan, sementara Vladyslav Vanat dipercaya memimpin lini depan.

Di kubu tamu, Barcelona belum bisa memainkan Gavi, Andreas Christensen, dan Pedri. Raphinha serta Marcus Rashford diragukan tampil. Flick kemungkinan memberi peran lebih besar kepada Dani Olmo dan Fermin Lopez untuk menopang kreativitas. Robert Lewandowski disiapkan sebagai pembeda di lini serang. Fleksibilitas taktik akan menjadi kunci menghadapi tekanan tinggi Girona yang kerap bermain agresif di awal laga.

Sementara itu, Madrid tak tinggal diam. Los Blancos memberi respons tegas dengan menundukkan Real Sociedad 4-1, Minggu dini hari WIB. Vinicius Junior mencetak dua gol dari titik penalty. Gonzalo Garcia dan Fede Valverde melengkapi pesta gol. Penampilan impresif Trent Alexander-Arnold, starter pertamanya dalam dua setengah bulan, menambah warna dalam permainan menyerang Madrid.

“Kami bekerja sangat baik dalam menyerang dan bertahan. Terlihat bahwa kami bertahan sebagai tim sepanjang laga,” ujar Valverde kepada Real Madrid TV. Kemenangan tersebut sempat membawa Madrid ke puncak sebelum Barcelona memainkan laga berikutnya.

Rivalitas Klasik

Dalam konteks perburuan gelar, dinamika ini menjadi gambaran klasik rivalitas dua kutub sepak bola Spanyol. Barcelona mengandalkan kontrol permainan dan kesabaran membangun serangan. Sedangkan Madrid tampil lebih eksplosif dengan transisi cepat. Ketika satu tergelincir, yang lain siap menyambar. Ketika satu goyah, yang lain menekan tanpa ampun.

Musim masih panjang, tetapi jarak yang tipis membuat setiap detail menjadi penentu. Satu penalti, satu kesalahan lini belakang, atau satu momen brilian bisa menggeser keseimbangan. Di tengah padatnya jadwal domestik dan Eropa, konsistensi akan menjadi mata uang paling berharga.

Bagi Barcelona, laga di Montilivi adalah kesempatan menegaskan bahwa kekalahan di Copa del Rey hanyalah kecelakaan. Bagi Madrid, setiap kemenangan adalah pesan bahwa mereka tak akan menyerah hingga garis akhir. Di puncak La Liga yang setipis benang, Barca dan Madrid terus berlari berdampingan, menunggu siapa yang pertama kehilangan nafas. ben/AFP/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
Nasional
Kepala BGN Baru Diminta Fok...
Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...
Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...
Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.