Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bupati Majalengka Labelisasi Rumah Penerima Bansos untuk Pastikan Bantuan Tepat Sasaran

📅 Minggu, 15 Feb 2026, 17:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bupati Majalengka Labelisasi Rumah Penerima Bansos untuk Pastikan Bantuan Tepat Sasaran Doc: Antara
Ket. Petugas memasang stiker penerima program bansos di Majalengka, Jawa Barat.

Majalengka - Bupati Majalengka Eman Suherman menjelaskan kebijakan penempelan stiker pada rumah penerima bantuan sosial (bansos) di daerah itu, sebagai bentuk transparansi dan memastikan pelaksanaan program tersebut tepat sasaran.

“Kebijakan tersebut diatur dalam Surat Edaran Bupati Majalengka Nomor 400.10.4.4/1/2026 tentang Imbauan Labelisasi Penerima Bansos,” kata dia dalam keterangan di Majalengka, Jawa Barat, Minggu (15/2).

Ia menjelaskan penempelan stiker pada rumah keluarga penerima manfaat (KPM) dilakukan agar data penerima bisa diketahui secara terbuka oleh lingkungan sekitar.

Kebijakan tersebut, katanya, menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait dengan dugaan ketidaktepatan sasaran dalam penyaluran bansos.

Dengan adanya labelisasi itu, dia mengharapkan, masyarakat dapat ikut mengawasi penyaluran bantuan dan memberikan masukan apabila ditemukan penerima yang dinilai sudah tidak layak.

“Ketidakakuratan data selama ini dipengaruhi kurangnya kejujuran, saat pendataan serta subjektivitas petugas di lapangan,” katanya.

Ia berharap, warga yang kondisi ekonominya telah membaik, dapat secara sukarela mengundurkan diri dari daftar penerima bantuan.

“Kami ingin menumbuhkan kejujuran dan keadilan sosial. Jika sudah mampu, mari beri kesempatan kepada warga lain yang lebih membutuhkan,” ujarnya.

Ia menyampaikan langkah tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah pusat dalam memperbaiki validitas data penerima bantuan sosial.

“Dengan transparansi ini, bansos diharapkan lebih tepat guna dan tepat sasaran, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Majalengka Apip Supriyanto mengatakan jumlah penerima bansos di daerah itu mencapai ratusan ribu orang.

Pihaknya mencatat penerima Program Keluarga Harapan (PKH) 52.991 orang, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) 123.036 orang, Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) 213.047 orang, serta Bantuan Pangan (Bapang) 135.130 orang.

“Kami berkomitmen melakukan verifikasi data setiap bulan agar penyaluran bantuan tepat sasaran,” ujar dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (1)

Setia Permana
Setia Permana
19 Feb 2026, 17:16 WIB.

Kota bandung kapan yaa soalnya banyak yang salah sasaran

Balas
Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.