Proyek PLTS Karangkates Tidak Mengganggu Fungsi Utama Pengelolaan Air

Sabtu, 14 Feb 2026, 23:47 WIB

Malang - Perum Jasa Tirta (PJT) I mengemukakan bahwa pelaksanaan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Karangkates di Bendungan Sutami, Kabupaten Malang, Jawa Timur yang dikembangkan PLN Nusantara Renewables tidak mengganggu fungsi utama pengelolaan air.

"Kami memastikan seluruh tahapan konstruksi berjalan selaras dengan aspek teknis keselamatan bendungan dan tidak mengganggu fungsi utama pengelolaan air," kata Direktur Utama PJT I Fahmi Hidayat di Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu.

Ket. Foto: — Sumber: Antara

Ia menjelaskan, proyek tersebut memperhatikan keberlanjutan fungsi utama waduk dan pelaksanaan tata kelola yang didasari pada prinsip kehati-hatian.

Sementara terkait teknis keselamatan bendungan, mencakup pemeriksaan struktur bendungan untuk memeriksa potensi kerusakan dan penurunan fungsi.

Fahmi menjelaskan keberadaan PLTS Karangkates merupakan bentuk sinergi pengelolaan air dan energi bersih multipihak, antara PLN Nusantara Renewables, GD Power Hong Kong, dan Perum Jasa Tirta I melalui PT Nusantara Gudang Karangkates Indonesia.

Pelaksanaan pembangunan fasilitas pembangkit itu telah dilakukan proses soft launching water breaking, pada Jumat (13/2), atau merupakan tahapan yang sudah dilalui dan menjadi penanda dimulainya proses konstruksi fisik.

Nantinya, ketika pembangunan tuntas dan PLTS Karangkates beroperasi, maka diproyeksikan mampu menghasilkan listrik sebesar 100 megawatt.

Dia menyampaikan PLTS Krangkates di Bendungan Sutami menjadi salah satu proyek PLTS terapung berskala besar di Indonesia untuk mendukung target emisi nol bersih (NZE), sekaligus mengimplementasikan green rencana usaha penyediaan tenaga listrik (RUPTL).

Ia memastikan PJT I mendukung pelaksanaan proyek tersebut sebagai upaya mewujudkan target NZE di 2060.

"Waduk Karangkates kini berperan ganda. Tidak hanya sebagai infrastruktur pengelolaan sumber daya air, tetapi juga sebagai bagian dari solusi transisi energi hijau nasional," ucap dia.

Fahmi optimistis PLTS Terapung Karangkates mampu menjadi langkah konkret mendukung optimalisasi aset bendungan yang berkelanjutan. 

Pemanfaatan permukaan waduk untuk energi surya tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga berpotensi memberikan nilai tambah lingkungan, termasuk efisiensi ruang, dan pengurangan laju evaporasi air. 

"Sebagai BUMN pengelola sumber daya air, kami PJT I terus berkomitmen untuk membuka ruang kolaborasi strategis. Mendorong inovasi, keberlanjutan, dan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional," ujarnya.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.