Sapu Bersih Myanmar, Indonesia Percaya Diri Hadapi Malaysia

Rabu, 04 Feb 2026, 06:17 WIB

JAKARTA – Tim bulu tangkis putra Indonesia membuka langkah di Kejuaraan Beregu Asia atau Badminton Asia Team Championship (BATC) 2026 dengan hasil sempurna. Kemenangan telak 4-0 atas Myanmar di Qingdao Conson Gymnasium, Tiongkok, Selasa (3/2), menjadi suntikan kepercayaan diri jelang laga krusial menghadapi Malaysia, Kamis (5/2).

Hasil tersebut sekaligus menegaskan status Indonesia sebagai salah satu unggulan Grup D. Namun, ujian sesungguhnya baru akan datang saat Anthony Sinisuka Ginting dan rekan-rekan berhadapan dengan rival tradisional Malaysia, laga yang berpotensi menentukan posisi juara grup dan jalur menuju perempat final.

Ket. Foto: Pebulu tangkis Indonesia Anthony Sinisuka Ginting dalam ajang Badminton Asia Team Championships 2026. — Sumber: Foto: PP PBSI

Indonesia memastikan keunggulan atas Myanmar tanpa kehilangan satu gim pun. Kemenangan dibuka oleh Prahdiska Bagas Shujiwo yang tampil sebagai tunggal pertama. Pemain peringkat 45 dunia itu menaklukkan Hein Htut dengan skor 21-14, 21-19 dalam duel berdurasi 41 menit. Sempat mendapat tekanan di awal laga, Prahdiska mampu menjaga ketenangan dan mengunci kemenangan dua gim langsung.

Anthony Ginting kemudian memperlebar keunggulan menjadi 2-0. Meski peringkat dunianya turun akibat cedera panjang sepanjang 2025, Ginting tampil dominan saat menghadapi Nyan Shaine Lin. Kapten tim Indonesia itu hanya membutuhkan 25 menit untuk menang meyakinkan 21-5, 21-11.

Kemenangan Indonesia dipastikan oleh Richie Duta Richardo di sektor tunggal ketiga. Menghadapi Lal Zuidika, Richie tampil tanpa beban dan menang sangat telak 21-5, 21-2. Hasil tersebut memastikan Indonesia mengunci kemenangan sebelum dua partai ganda dimainkan.

Prahdiska mengakui laga pembuka beregu selalu menyimpan tekanan tersendiri. “Sempat nervous karena ini pertandingan pertama dan pertama kali main beregu di turnamen besar. Tapi alhamdulillah bisa berjalan lancar,” ujarnya dalam rilis PBSI.

Sementara itu, Anthony Ginting menegaskan timnya tidak ingin cepat puas. “Kami tidak mau menganggap remeh siapapun. Fokus kami sekarang adalah laga berikutnya, karena melawan Malaysia tentu tantangannya berbeda,” ujarnya.

Kemenangan atas Myanmar menjadi modal penting bagi Indonesia sebelum menghadapi Malaysia pada hari Kamis (5/2) pukul 16.00 WIB. Duel klasik dua kekuatan Asia Tenggara tersebut diprediksi berlangsung ketat dan menjadi penentu peta persaingan Grup D BATC 2026.

Bagi Myanmar, kekalahan ini membuat peluang mereka menipis. Myanmar wajib menang atas Malaysia jika ingin menjaga asa lolos ke perempat final. Jika kembali kalah, mereka dipastikan tersingkir dari persaingan. ben/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.