Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Apa yang Ada Sebelum Big Bang?

📅 Kamis, 12 Feb 2026, 07:14 WIB | Oleh:

Menurut Steinhardt, alam semesta mungkin tidak bermula dari satu ledakan tunggal. Ia membayangkan kosmos yang siklik: mengembang, lalu perlahan menyusut, kemudian “memantul” dan mengembang kembali.

Dalam skenario ini, apa yang kita sebut Big Bang sebenarnya adalah “big bounce” pantulan besar. Alam semesta tidak pernah benar-benar runtuh menjadi titik nol, melainkan hanya menyusut hingga ukuran tertentu sebelum kembali mengembang.

Yang menarik, model ini memprediksi bahwa ekspansi alam semesta yang dipercepat saat ini tidak akan berlangsung selamanya. Suatu hari nanti, kata Steinhardt, fase ini harus berakhir.

Jika benar, maka alam semesta yang kita huni hanyalah satu fase dalam siklus kosmik panjang yang mungkin telah terjadi berulang kali.

Lebih provokatif lagi, jika tidak ada kehancuran total saat “pantulan”, maka informasi dari alam semesta sebelumnya bahkan mungkin lubang hitam bisa saja bertahan melewati transisi itu. Jejak masa sebelum Big Bang mungkin masih ada di sekitar kita.

Alam Semesta Cermin: Dunia Terbalik di Balik Big Bang

Gagasan ketiga terdengar seperti cerita fiksi ilmiah. Menurut Latham Boyle dari Universitas Edinburgh, mungkin ada alam semesta “cermin” di sisi lain Big Bang. Bayangkan dua kerucut es krim yang ujungnya saling bersentuhan. Titik pertemuan itu adalah Big Bang. Waktu mengalir menjauh dari titik tersebut ke dua arah yang berlawanan.

Di sisi kita, waktu bergerak maju. Di sisi sana, waktu bergerak mundur. Tak hanya waktu, sifat-sifat dasar pun berlawanan. Jika di sini ada materi, di sana ada antimateri. Jika kiri adalah kiri, di sana kiri menjadi kanan.

Model ini disebut alam semesta simetris CPT—mengacu pada tiga simetri fundamental dalam fisika: muatan, paritas, dan waktu. Salah satu prediksinya cukup berani: model ini tidak menghasilkan gelombang gravitasi primordial seperti yang diperkirakan teori inflasi klasik.

Artinya, jika para astronom benar-benar mendeteksi gelombang tersebut dari awal kosmos, teori ini gugur. Namun, jika tidak ditemukan, ide ini justru menguat. Model ini juga menawarkan kemungkinan bahwa materi gelap—zat misterius yang menyusun sebagian besar massa alam semesta—mungkin berasal dari jenis neutrino tertentu. Bagi sebagian ilmuwan, kekuatan teori ini justru terletak pada keberaniannya membuat prediksi yang bisa diuji.

Antara Sains dan Batas ­Pengetahuan

Apakah manusia benar-benar bisa mengetahui apa yang terjadi di awal segalanya? Tidak ada yang bisa mengamati langsung momen itu. Namun sains bekerja dengan cara lain: menguji teori melalui jejak yang tersisa. “Jika tidak ada sesuatu yang bisa diukur, itu hanya metafisika dengan persamaan,” kata kosmolog Brian Keating.

Di situlah tantangan sekaligus keindahan kosmologi modern. Ia berdiri di perbatasan antara fisika dan filsafat, antara data dan imajinasi terukur. Kita mungkin tak pernah bisa “melihat” sebelum Big Bang. Namun, dengan setiap teleskop baru, setiap detektor partikel, dan setiap persamaan yang diuji, manusia melangkah sedikit lebih dekat ke pertanyaan paling tua yang pernah kita ajukan: Dari mana semuanya bermula? hay

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Daerah
Tujuan Wisata Kawasan Belit...
Olahraga
Piala Dunia, Iran Lawan Sel...
Megapolitan
Pemprov DKI Jakarta Siapkan...
Megapolitan
Pembangunan Bogor Akan Mend...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Gol Bunuh Diri Selamatkan Belgia dari Kekalahan saat Imbang 1-1 Lawan Mesir

Gol Bunuh Diri Selamatkan Belgia dari Kekalahan saat Imbang 1-1 Lawan Mesir

16 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.