Belum Cair! Purbaya Ungkap Dana Pembuatan Kapal KKP Masih Tertahan
📅 Rabu, 11 Feb 2026, 18:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/ Imamatul Silfia
JAKARTA – Rencana pembangunan kapal oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencerminkan upaya strategis memperkuat pengawasan laut sekaligus mendukung produktivitas sektor perikanan nasional.
Armada yang memadai tidak hanya meningkatkan efektivitas penegakan hukum terhadap praktik ilegal, tetapi juga memperlancar distribusi hasil tangkapan dan layanan bagi nelayan.
Namun, keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinkronisasi dengan industri galangan dalam negeri, kesiapan SDM, serta skema pembiayaan yang berkelanjutan.
Tanpa perencanaan terintegrasi, pembangunan kapal berisiko menjadi sekadar proyek fisik, bukan instrumen pengungkit kedaulatan maritim dan pertumbuhan ekonomi pesisir.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan anggaran pembuatan kapal untuk Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) belum dikucurkan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hal ini diungkap Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (11/2), sebagai respons atas pernyataan Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono bahwa dana pembangunan kapal dalam negeri berasal dari pinjaman luar negeri, tepatnya dari Pemerintah Inggris (UK).
Menurut Purbaya, alokasi anggaran tersebut pada akhirnya akan tetap melalui Kementerian Keuangan.
"Memang belum (kucuran dana)," kata Purbaya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Purbaya menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan lebih lanjut ke jajaran internal terkait dengan rencana pembangunan kapal.
Ia menegaskan bahwa pembangunan kapal pada dasarnya dapat dilakukan tanpa menunggu adanya pencairan dana.
Menurutnya, kapal bisa dipesan terlebih dahulu apabila sudah ada rencana yang matang.
"Gini, kalau anda punya rencana buat kapal sekian ribu, masa nunggu sampai ada dananya dulu. Kan sudah ada rencana di depannya kan. Saya minta itu. Itu saja belum kelihatan gerakan di depannya," ujarnya.
Purbaya menambahkan, komunikasi dengan Trenggono tidak menjadi persoalan. Ia menyebut hubungan keduanya berjalan baik sehingga koordinasi dinilai dapat dilakukan dengan mudah.
"Ah gampang. Pak Menteri kan sahabat saya juga, gampang," imbuhnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!