400 Kabupaten/Kota di Indonesia Masih Darurat Sampah
📅 Rabu, 11 Feb 2026, 18:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
Jakarta - Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq mengatakan terdapat 35 kabupaten/kota yang sudah tidak termasuk dalam status darurat sampah, meski ada sekitar 400 wilayah yang masih harus melakukan perbaikan pengelolaan.
Menteri LH/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif dalam siniar atau podcast di Jakarta, Rabu (11/2), menjelaskan saat memulai penilaian tata kelola sampah tahun lalu pihaknya membagi dalam dua kategori, dimana yang memiliki nilai di atas 60 poin itu sudah memiliki pemahaman terkait sampah dan di bawah poin tersebut dinyatakan sebagai darurat sampah.
"Waktu awal 2025 hampir sebagian besar itu dalam kondisi darurat sampah. Hari ini ada 35 kabupaten/kota yang lepas dari posisi darurat sampah," kata Menteri Hanif.
Namun, lanjut dia, masih ada sekitar 400 kabupaten/kota di Indonesia yang masuk berstatus darurat sampah, termasuk sejumlah wilayah yang pengelolaan sampahnya menjadi perhatian seperti Tangerang Selatan (Tangsel) dan Bali.
Secara khusus untuk wilayah Tangerang Selatan, dimana terjadi penumpukan sampah di sejumlah titik akibat penataan lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang, memiliki isu yang cukup unik karena berada di area megapolitan dengan penduduk yang heterogen dan membutuhkan penanganan khusus.
Sebaiknya Anda baca juga:
Salah satu yang terus didorong oleh KLH bersama pemerintah daerah adalah pengelolaan sampah oleh kawasan yang berada di area untuk melakukannya secara mandiri demi menekan sampah yang berakhir di TPA. Selain juga beragam unit bisnis di wilayah setempat untuk melakukan hal serupa.
"Kami mendorong penggunaan biopori dan tempat-tempat modern, komposter itu kita dorong," tuturnya.
Kemudian juga dilakukan sosialisasi dengan pemerintah daerah untuk meningkatkan upaya pengelolaan sampah dan menghentikan operasional TPA yang masih masuk dalam kategori open dumping atau hanya menumpuk sampah tanpa pengelolaan lebih lanjut.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Jadi untuk mengubah kebiasaan diperlukan endurance dari kita. Tidak boleh lelah dan tidak boleh bosan Ini langkah yang kita lakukan di Tangsel," demikian Menteri Hanif Faisol Nurofiq.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!