Rockall: Batu Kecil di Atlantik yang Memicu Sengketa
📅 Selasa, 10 Feb 2026, 06:39 WIB | Oleh: Haryo BronoDi bawah Rockall Plateau, para ahli memperkirakan adanya cadangan minyak dan gas bumi yang signifikan—sebuah potensi emas hitam yang dapat memengaruhi peta energi Eropa. Selain itu, perairan di sekitarnya merupakan salah satu zona perikanan paling produktif di Atlantik Utara, menjadikannya ladang emas biru yang sangat bernilai secara ekonomi.
Irlandia secara konsisten menolak klaim Inggris dengan mengacu pada Konvensi Hukum Laut PBB (UNCLOS). Konvensi ini menegaskan bahwa batuan yang tidak mampu menopang kehidupan manusia atau kegiatan ekonomi secara mandiri tidak berhak menghasilkan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE). Dengan dasar ini, Rockall dinilai tidak dapat menjadi pijakan klaim laut sejauh 200 mil.
Ketegangan pun kerap muncul dalam bentuk “perang urat syaraf” di laut: kapal patroli perikanan dari berbagai negara saling berhadapan, mengawasi aktivitas penangkapan ikan di sekitar Rockall—sebuah konflik sunyi yang jarang terdengar, namun terus berlangsung.
Simbol Keteguhan
Sebaiknya Anda baca juga:
Di luar arena diplomasi, Rockall justru menarik minat para petualang ekstrem dan aktivis lingkungan. Pada 1997, Greenpeace sempat menduduki Rockall dan secara simbolik mendeklarasikan negara mikro bernama Waveland, sebagai bentuk protes terhadap eksplorasi minyak. Aksi itu menegaskan Rockall sebagai simbol perlawanan terhadap eksploitasi laut.
Pada 2014, petualang Inggris Nick Hancock bertahan hidup di atas Rockall selama 45 hari, menghadapi badai, kesendirian, dan keterbatasan logistik ekstrem. Aksinya menjadikan Rockall sebagai arena uji batas daya tahan manusia, sekaligus pengingat betapa rapuhnya manusia di hadapan alam.
Hingga hari ini, Rockall tetap berdiri sebagai entitas enigmatik: monumen geologi purba, kuburan maritim, dan titik panas geopolitik yang belum menemukan resolusi final. Di tengah luasnya Atlantik Utara yang sunyi dan kejam, sebongkah batu kecil ini terus mengingatkan dunia bahwa bahkan objek paling sederhana pun dapat memicu pertarungan kepentingan global—dan bahwa ambisi manusia sering kali diuji di tempat-tempat yang paling tak terduga. hay
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!