Peningkatan IKK Tidak Otomatis Gambarkan Belanja Masyarakat Menguat
📅 Selasa, 10 Feb 2026, 01:15 WIB | Oleh: Tim RedaksiPada awal tahun, terutama menjelang Ramadan, optimisme konsumen umumnya meningkat karena adanya harapan kenaikan konsumsi kebutuhan primer dan sekunder. Namun, Achmad menegaskan bahwa sentimen tersebut belum tentu sejalan dengan daya beli aktual masyarakat. “Optimisme survei tidak otomatis berarti kemampuan belanja masyarakat benar-benar menguat,” ujarnya.
Jika keyakinan konsumen memang sekuat yang tergambar dalam survei BI, maka seharusnya tercermin pula pada indikator ekonomi riil. Faktanya, sejumlah data seperti penjualan kendaraan bermotor, konsumsi barang tahan lama, hingga performa beberapa sektor ritel justru masih menunjukkan pelemahan.
Hal itu menunjukkan adanya jarak antara persepsi dan kondisi ekonomi yang sesungguhnya. Maruf pun menilai IKK BI cenderung menangkap dimensi psikologis konsumen, apa yang diharapkan, bukan apa yang benar-benar terjadi di lapangan.
Dalam situasi ekonomi yang masih penuh tekanan, terutama di sektor ketenagakerjaan, optimisme berbasis ekspektasi berisiko rapuh jika tidak ditopang oleh perbaikan struktural.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!