Moody's Pangkas Outlook Lima Bank Utama Jadi Negatif
📅 Selasa, 10 Feb 2026, 17:15 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Istimewa
JAKARTA - Lembaga pemeringkat kredit, Moody’s Ratings baru-baru ini menurunkan prospek atau outlook terhadap lima bank utama di Indonesia dari stabil menjadi negatif karena efek dari perubahan outlook peringkat sovereign pemerintah Indonesia dari stabil menjadi negatif.
Dikutip dari Microsoft Network (MSN), kelima bank yang dipotong outlook-nya tersebut adalah PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN).
Namun dalam riset terbaru, Moody's menjelaskan, peringkat tetap ditegaskan di level Baa2 pada 5 Februari 2026.
Moody’s menegaskan seluruh peringkat kredit utama kelima bank tersebut, termasuk peringkat penerbit, simpanan, utang senior tanpa jaminan, Counterparty Risk Ratings (CRR), Counterparty Risk Assessments (CRA), Baseline Credit Assessment (BCA), serta Adjusted BCA jika berlaku. Selain itu, Moody’s juga menegaskan peringkat surat utang subordinasi dan saham preferen BNI, serta program medium-term notes (MTN) Mandiri.
Perubahan outlook ini mencerminkan outlook negatif pada peringkat sovereign Indonesia, yang menurut Moody’s disebabkan oleh meningkatnya risiko terhadap kredibilitas kebijakan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Risiko tersebut tercermin dari menurunnya konsistensi dan prediktabilitas proses pembuatan kebijakan serta komunikasi kebijakan yang dinilai kurang efektif dalam satu tahun terakhir," kata Moody's.
Moody’s memperingatkan bahwa jika tren ini berlanjut, kredibilitas kebijakan Indonesia yang selama ini menopang pertumbuhan ekonomi dan stabilitas makro, fiskal, serta sektor keuangan dapat tergerus. Meski demikian, peringkat Baa2 pemerintah tetap dipertahankan dengan mempertimbangkan ketahanan ekonomi Indonesia, kekuatan sumber daya alam, serta faktor demografi yang mendukung pertumbuhan PDB yang stabil.
Moody’s menegaskan bahwa penurunan peringkat sovereign Indonesia akan secara langsung memicu penurunan peringkat kelima bank tersebut. Untuk Bank Mandiri, BRI, dan BCA, penurunan sovereign juga akan diikuti oleh penurunan Baseline Credit Assessment mereka.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara bagi BNI dan BTN, dampaknya terutama berasal dari berkurangnya peningkatan peringkat (uplift) atas dukungan pemerintah.
Bank Mandiri
Peringkat simpanan Baa2 dan Baseline Credit Assessment baa2 Mandiri mencerminkan permodalan yang masih baik, pendanaan yang solid, serta profitabilitas yang tinggi.
Namun, Moody’s mencatat tekanan dari penurunan buffer modal, risiko kredit dari pertumbuhan pinjaman sebelumnya, serta eksposur tinggi ke sektor komoditas dan sektor berisiko tinggi. Rasio modal berbasis tangible common equity (TCE) terhadap risk-weighted assets (RWA) diperkirakan turun ke kisaran 14,5%–15% pada 2026.
BRI
Peringkat Baa2 dan Baseline Credit Assessment baa2 BRI didukung oleh profitabilitas, permodalan, dan pendanaan yang sangat kuat. Namun, risiko aset tetap tinggi karena eksposur besar ke segmen mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!