Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Wamen Ekraf Ungkap Penguasaan Bahasa dan Literasi Kunci Karya-Kreatif

📅 Minggu, 08 Feb 2026, 15:30 WIB | Oleh:
Wamen Ekraf Ungkap Penguasaan Bahasa dan Literasi Kunci Karya-Kreatif Doc: Dokumentasi Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kr
Ket. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar

JAKARTA - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar menyebut bahasa dan literasi berperan sebagai fondasi utama dalam mengungkapkan gagasan. Kedua hal tersebut, menurutnya, dapat melahirkan karya kreatif di tengah pesatnya perkembangan AI.

Ia menyampaikan, Semakin baik cara bertutur saat memberi instruksi kepada AI maupun manusia, semakin dekat hasilnya dengan tujuan yang diinginkan. “Bahasa menjadi fondasi dari hubungan manusia dengan manusia lain, dengan diri sendiri, dan di era sekarang, dengan mesin,” kata Wamen Irene dalam acara Selebrasi Narabahasa (Senara) 2026, di Omah Martimbang, Jakarta, Sabtu (7/2).

Irene pun menegaskan, bahasa adalah tools utama untuk mengekspresikan apa yang ada di pikiran dan hati untuk saling memahami. Ia memandang karya tulis sebagai titik awal lahirnya kekayaan intelektual yang dapat dikembangkan ke pasar yang lebih luas.

Menurutnya, produk kebahasaan memiliki potensi besar untuk diterjemahkan ke berbagai medium yang lebih mudah diakses masyarakat. Hal ini dinilai mampu memperluas jangkauan dan nilai ekonominya dalam ekosistem ekonomi kreatif.

“Banyak buku, seperti karya Ika Natassa dan Marchella FP, yang berangkat dari tulisan kemudian diadaptasi ke film. Basisnya tetap bahasa dan cerita, tetapi dikemas ulang agar bisa dipahami dan dinikmati oleh audiens yang lebih luas,” ujar Wamen Ekraf Irene.

Selaras dengan hal itu, sastrawan Nenden Lilis Aisyah menekankan pentingnya mempertahankan keaslian karya. Ia menilai, di era kecerdasan buatan, sudut pandang khas serta pengalaman personal kreator menjadi faktor utama karya autentik.

“Dalam menulis, salah satu sumber yang paling kuat adalah pengalaman pribadi. Pengalaman yang dihayati secara mendalam akan melahirkan bahasa yang lebih personal, membuat karya menjadi orisinal,” ungkap Nenden. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Trump Teken Percepatan Tekn...
Megapolitan
Kebudayaan Harus Menjadi Id...
Megapolitan
Puncak HUT Jakarta Dipusatk...
Luar Negeri
Wabah Ebola Kongo Tembus 1....
Rona
Remake 'The Blair Witch Pro...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.