Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Thailand Gelar Pemilu Setelah Bertahun-tahun Bergejolak

📅 Minggu, 08 Feb 2026, 11:12 WIB | Oleh:
Thailand Gelar Pemilu Setelah Bertahun-tahun Bergejolak Doc: BBC/Thainewspix
Ket. Mantan PM Thailand Prayuth Chan-ocha - kepala militer yang menggulingkan pemerintahan terpilih pada 2014 - terlihat memberikan suara di tempat pemungutan suara di Phayatai, Bangkok.

BANGKOK – Thailand menggelar pemilihan umum pada hari Minggu (8/2) setelah bertahun-tahun mengalami gejolak politik. Warga berbondong-bondong ke tempat pemungutan suara untuk memberikan suara mereka

Pemilu mendadak ini diinisiasi oleh Perdana Menteri Anutin Charnvirakul, pemimpin ketiga negara itu dalam tiga tahun terakhir.

Pemilihan umum Thailand mempertemukan kubu reformis populer yang meraih kemenangan pada pemilihan sebelumnya melawan kubu konservatif yang akhirnya menjadi perdana menteri. Mantan pemimpin Thaksin Shinawatra masih menjadi sorotan dari sel penjara.

Baik Partai Bhumjaithai milik Anutin, maupun Partai Rakyat yang unggul dalam jajak pendapat, diperkirakan tidak akan memenangkan mayoritas, sehingga pemerintahan koalisi kemungkinan besar akan terbentuk.

Jika partai tersebut melampaui 151 kursi yang dimenangkannya pada tahun 2023, maka melarangnya untuk memerintah kemungkinan akan sulit, terlepas dari kekhawatiran tentang agendanya di kalangan konservatif dan royalis.

Pemerintahan selanjutnya perlu mempertimbangkan sengketa perbatasan yang telah berlangsung lama dengan Kamboja yang meletus menjadi pertempuran mematikan dua kali tahun lalu.

Perekonomian, yang melambat akibat kurangnya reformasi, tingginya utang rumah tangga, dan meningkatnya biaya hidup, menjadi agenda utama.

Yang juga ada dalam surat suara: referendum tentang penulisan ulang konstitusi yang didukung militer, yang menurut para kritikus memberikan terlalu banyak kekuasaan kepada senat yang tidak dipilih melalui pemilihan umum.

"Ada kekuatan di luar arena politik di Thailand yang menentukan hasil akhir," kata ilmuwan politik Thitinan Pongsudhirak menjelang hari pemilihan.

"Ini bukan tentang pemilu , ini tentang pembubaran."

Versi sebelumnya dari Partai Rakyat progresif, Move Forward, memenangkan kursi terbanyak pada pemilu terakhir tiga tahun lalu, tetapi kandidatnya dihalangi untuk menjadi perdana menteri dan partai tersebut kemudian dibubarkan.

"Bagaimana mungkin kita bisa melawan mereka?" kata Kitti Sattanuwat, 64 tahun, pada rapat umum terakhir Partai Rakyat di Bangkok. "Ketika sistem tidak mengizinkan kita membentuk pemerintahan, maka kita memang tidak bisa."

"Tidak apa-apa, kita bisa berjuang lagi," tambahnya sambil menangis. "Masih ada harapan. Orang-orang harus hidup dengan harapan."

Partai Pheu Thai pimpinan Thaksin berada di urutan kedua pada tahun 2023 dan membentuk koalisi dengan partai konservatif Bhumjaithai yang berada di urutan ketiga, namun perdana menterinya kemudian dicopot dari jabatannya melalui perintah pengadilan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
KAI: Kunjungan Wisatawan La...
Nasional
Bapanas akan Mobilisasi Sto...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.