Sinkhole Situjuah Berpotensi Melebar, Badan Geologi Beri Peringatan
📅 Minggu, 08 Feb 2026, 11:13 WIB | Oleh: Yebdi Trismar
Doc: Antara Foto
Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengingatkan masyarakat terkait potensi melebarnya Sinkhole Situjuah di Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat.
"Sinkhole Situjuah masih ada kemungkinan melebar terutama ke arah Tenggara Barat Laut," kata ahli geologi teknik Badan Geologi Kementerian ESDM Taufiq Wira Buana saat dihubungi di Kota Padang, Minggu.
Taufik menjelaskan, dari hasil kaji cepat yang dilakukan Badan Geologi, jarak aman dari tepi sinkhole ialah 17 meter ke arah Barat Daya Timur Laut dan 30 meter ke arah Tenggara Barat Laut.
Ia menegaskan, perkiraan jarak aman pada area sinkhole tersebut masih bersifat sementara dan diperlukan penelitian lanjutan. Bahkan, Badan Geologi memperkirakan kemungkinan munculnya sinkhole baru.
"Kajian ini terus dan sedang kita lakukan untuk memastikan radius aman," kata dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kemunculan sinkhole masih berpeluang terjadi dengan sejumlah catatan seperti karakternya tidak terjadi secara massal dan bersifat setempat-setempat. Biasanya muncul di sepanjang jalur sungai bawah tanah.
Sebagian wilayah Nagari Situjuah Batua dan Nagari Tungka yang berada di barat daya Sinkhole Situjuah lebih rentan daripada sebagian wilayah Nagari Situjuah Batua yang berada di timur laut Sinkhole Situjuah.
Badan Geologi mendorong agar jalur-jalur yang berpotensi terjadinya sinkhole untuk diinventarisasi secara rinci dengan pendekatan geofisika misalnya geolistrik dan georadar, hidrogeologi dan geologi teknik.
Untuk mencegah dan memastikan keamanan masyarakat, pemerintah bersama kepolisian setempat telah memasang garis polisi di sekeliling Sinkhole Situjuah. Sayangnya, masih banyak masyarakat yang mengabaikan larangan agar tidak melewati garis polisi hanya untuk sekadar berfoto dan melihat lebih dekat fenomena alam itu.
Badan Geologi masih melakukan kajian detail Sinkhole Situjuah untuk mengantisipasi serta mengedukasi masyarakat terkait fenomena alam yang terjadi. Kajian ini berlangsung sejak 2 hingga 11 Februari 2026 dengan melibatkan Dinas ESDM Provinsi Sumbar dan Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!