ISIS Klaim Bertanggung Jawab atas Ledakan Bom Bunuh Diri di Masjid Pakistan
📅 Sabtu, 07 Feb 2026, 09:32 WIB | Oleh: Tim PenulisTim jurnalis AFP lainnya melihat pasukan keamanan bersenjata di luar masjid, di mana genangan darah terlihat di tanah.
Video yang beredar di media sosial, yang belum dapat diverifikasi oleh AFP, menunjukkan beberapa mayat tergeletak di dekat gerbang depan masjid, dengan orang-orang dan puing-puing berserakan di ruang salat yang berkarpet merah.
Wakil Perdana Menteri Ishaq Dar menyebut serangan itu sebagai "kejahatan keji terhadap kemanusiaan dan pelanggaran terang-terangan terhadap prinsip-prinsip Islam".
"Pakistan bersatu melawan terorisme dalam segala bentuknya," katanya dalam sebuah unggahan di X.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan "serangan terhadap warga sipil dan tempat ibadah tidak dapat diterima", menurut juru bicaranya.
Meningkatnya Pemberontakan
Serangan itu terjadi ketika pasukan keamanan Pakistan berjuang melawan pemberontakan yang semakin intensif di provinsi-provinsi selatan dan utara yang berbatasan dengan Afghanistan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pakistan adalah negara mayoritas Sunni, tetapi Syiah berada di antara 10 dan 15 persen dari populasi dan telah menjadi sasaran serangan di seluruh wilayah di masa lalu.
Islamabad mengatakan kelompok-kelompok bersenjata separatis di Balochistan selatan, serta Taliban Pakistan dan militan Islam lainnya di provinsi Khyber Pakhtunkhwa utara dekat Islamabad, telah menggunakan wilayah Afghanistan sebagai tempat berlindung yang aman untuk melancarkan serangan.
Pemerintah Taliban Afghanistan telah berulang kali membantah tuduhan Pakistan.
Hubungan bilateral telah merosot tajam, dengan pasukan dari kedua belah pihak secara teratur bentrok di sepanjang perbatasan.
Serangan besar terakhir di Islamabad terjadi pada bulan November ketika sebuah ledakan bom bunuh diri di luar gedung pengadilan menewaskan 12 orang dan melukai puluhan lainnya, insiden pertama yang melanda ibu kota dalam hampir tiga tahun.
Di Balochistan, serangan yang diklaim oleh pemberontak separatis pekan lalu menewaskan 36 warga sipil dan 22 personel keamanan, memicu gelombang operasi balasan di mana pihak berwenang mengatakan pasukan keamanan menewaskan hampir 200 militan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!