Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Rupiah Hari Ini Melemah Hadapi Tren Kuat Dolar AS, Tekanan Global Menguat

📅 Jumat, 06 Feb 2026, 18:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rupiah Hari Ini Melemah Hadapi Tren Kuat Dolar AS, Tekanan Global Menguat Doc: ANTARA/ Dhemas Reviyanto.
Ket. Petugas menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing Dolarindo, Melawai, Jakarta.

JAKARTA – Rupiah melemah seiring berlanjutnya tren penguatan indeks dolar AS yang dipicu ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama di Amerika Serikat (AS) serta sikap investor global yang kembali menghindari risiko.

Penguatan dolar mendorong arus modal keluar dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia, sehingga menekan nilai tukar domestik.

Dalam jangka pendek, pergerakan rupiah masih sangat sensitif terhadap arah kebijakan The Fed dan data ekonomi AS, sementara stabilitas kurs akan bergantung pada efektivitas intervensi Bank Indonesia serta ketahanan fundamental eksternal.

Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan di Jakarta, Jumat (6/2), bergerak melemah 23 poin atau 0,14 persen menjadi Rp16.865 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.842 per dolar AS.

Analis Bank Woori Saudara Rully Nova mengatakan kurs rupiah melemah seiring tren penguatan indeks dolar AS masih berlanjut.

“Tren penguatan index dollar masih berlanjut seiring dengan meningkatnya permintaan obligasi pemerintah AS karena risiko pasar saham dan data tenaga kerja yang lemah,” katanya di Jakarta.

Dia menyampaikan bahwa yield obligasi pemerintah AS turun 9 basis points (bps) menjadi 4,18 persen, yang berarti terjadi peningkatan harga.

Di pasar modal, risiko muncul dari adanya bubble harga di saham berbasis teknologi, terutama perusahaan yang belanja untuk pengembangan kecerdasan buatan sudah besar, namun pengembaliannya belum jelas.

Pelemahan rupiah turut dipengaruhi dari revisi outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif oleh Moody’s, walaupun masih mempertahankan peringkat Baa2.

Baru-baru ini, lembaga pemeringkat Moody’s Investors Service (Moody’s) mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level Baa2, satu tingkat di atas batas investment grade, dengan penyesuaian outlook dari stabil menjadi negatif.

“Khusus untuk Moody's yang menilai obligasi pemerintah Indonesia, penilaiannya lebih pada ruang fiskal pemerintah yang semakin sempit, dimana belanja pemerintah yang meningkat tidak diimbangi oleh reformasi penerimaan negara,” ungkap Rully.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah ke level Rp16.887 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.826 per dolar AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.