Perjanjian Strategis RI–Kanada, Kadin Optimistis ICA-CEPA Bisa Ubah Peta Investasi
📅 Jumat, 06 Feb 2026, 21:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA
JAKARTA – Kemitraan ekonomi komprehensif Indonesia–Kanada (ICA-CEPA) menjadi langkah strategis diversifikasi pasar ekspor sekaligus penguatan arus investasi di tengah ketidakpastian global.
Perjanjian ini membuka akses lebih luas bagi produk unggulan Indonesia, sembari mendorong transfer teknologi dan peningkatan standar perdagangan.
Namun, manfaat optimal ICA-CEPA sangat bergantung pada kesiapan pelaku usaha domestik memanfaatkan preferensi tarif serta kemampuan pemerintah mengawal implementasi agar tidak sekadar menjadi kerangka kerja, melainkan motor pertumbuhan perdagangan bilateral yang berkelanjutan.
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengungkapkan kemitraan ekonomi komprehensif ICA-CEPA menjadi kunci dalam meningkatkan perdagangan dan investasi.
"Apa yang paling penting untuk CEPA adalah membesarkan daripada perdagangan (trade). Nah dengan sendirinya kalau keseimbangan itu akan terjadi kalau kita ingin bicara jangka panjang," ujar Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie dalam Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) Business Advisory Council (ABAC) Side Events di Jakarta, Jumat (6/2).
Sebaiknya Anda baca juga:
Dirinya juga menambahkan selain perdagangan, investasi juga dapat ditingkatkan melalui ICA-CEPA.
Hal tersebut penting dikarenakan antara Indonesia dan Kanada itu banyak komponen-komponen industri dan bisnis yang mirip, seperti mineral kritis.
"Lalu juga misalnya kita bicara energi, agrikultur itu banyak sekali kita bisa bekerjasama. Dan saya rasa ini bisa menjadi bukan hanya alternatif tapi menjadi koridor pertumbuhan yang baru (new growth corridor) dan bisa menjadi contoh juga untuk negara-negara lainnya," kata Anindya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebagai informasi, Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengatakan bahwa ratifikasi kemitraan ekonomi komprehensif Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA) hanya tinggal menunggu Presiden Prabowo Subianto mengajukan pembahasan ke DPR.
Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag Djatmiko Bris Witjaksono mengatakan ICA-CEPA merupakan sebuah tonggak sejarah, bukan hanya bagi Indonesia dan Kanada, tetapi juga bagi hubungan Kanada dengan kawasan Asia.
Dirinya turut menyoroti kondisi dinamis global yang menjadi salah satu alasan dibalik terwujudnya penandatangan ICA-CEPA pada September. Penandatangan berhasil dilakukan dengan rentang pembahasan yang kurang dari 24 bulan.
Adapun penandatanganan ICA-CEPA yang disaksikan oleh Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Kanada Mark Carney di Ottawa, Kanada, pada 24 September 2025.
Melalui implementasi ICA-CEPA, lebih dari 90 persen pos tarif Indonesia mendapat preferensi di pasar Kanada. Bahkan, beberapa produk akan langsung menikmati tarif 0 persen.
Sejumlah komoditas yang akan merasakan dampak langsung dari ICA-CEPA, di antaranya adalah produk olahan makanan, manufaktur, otomotif, elektronik, tekstil, hingga alas kaki.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!