Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perjanjian Strategis RI–Kanada, Kadin Optimistis ICA-CEPA Bisa Ubah Peta Investasi

📅 Jumat, 06 Feb 2026, 21:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perjanjian Strategis RI–Kanada, Kadin Optimistis ICA-CEPA Bisa Ubah Peta Investasi Doc: ANTARA
Ket. Presiden RI Prabowo Subianto bersama PM Kanada Mark Carney (baris belakang) menyaksikan penandatanganan ICA-CEPA oleh Mendag Budi Santoso dan Mendag Kanada Maninder Sidhu, di Ottawa, Kanada pada 24 September 2025.

JAKARTA – Kemitraan ekonomi komprehensif Indonesia–Kanada (ICA-CEPA) menjadi langkah strategis diversifikasi pasar ekspor sekaligus penguatan arus investasi di tengah ketidakpastian global.

Perjanjian ini membuka akses lebih luas bagi produk unggulan Indonesia, sembari mendorong transfer teknologi dan peningkatan standar perdagangan.

Namun, manfaat optimal ICA-CEPA sangat bergantung pada kesiapan pelaku usaha domestik memanfaatkan preferensi tarif serta kemampuan pemerintah mengawal implementasi agar tidak sekadar menjadi kerangka kerja, melainkan motor pertumbuhan perdagangan bilateral yang berkelanjutan.

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengungkapkan kemitraan ekonomi komprehensif ICA-CEPA menjadi kunci dalam meningkatkan perdagangan dan investasi.

"Apa yang paling penting untuk CEPA adalah membesarkan daripada perdagangan (trade). Nah dengan sendirinya kalau keseimbangan itu akan terjadi kalau kita ingin bicara jangka panjang," ujar Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie dalam Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) Business Advisory Council (ABAC) Side Events di Jakarta, Jumat (6/2).

Dirinya juga menambahkan selain perdagangan, investasi juga dapat ditingkatkan melalui ICA-CEPA.

Hal tersebut penting dikarenakan antara Indonesia dan Kanada itu banyak komponen-komponen industri dan bisnis yang mirip, seperti mineral kritis.

"Lalu juga misalnya kita bicara energi, agrikultur itu banyak sekali kita bisa bekerjasama. Dan saya rasa ini bisa menjadi bukan hanya alternatif tapi menjadi koridor pertumbuhan yang baru (new growth corridor) dan bisa menjadi contoh juga untuk negara-negara lainnya," kata Anindya.

Sebagai informasi, Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengatakan bahwa ratifikasi kemitraan ekonomi komprehensif Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA) hanya tinggal menunggu Presiden Prabowo Subianto mengajukan pembahasan ke DPR.

Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag Djatmiko Bris Witjaksono mengatakan ICA-CEPA merupakan sebuah tonggak sejarah, bukan hanya bagi Indonesia dan Kanada, tetapi juga bagi hubungan Kanada dengan kawasan Asia.

Dirinya turut menyoroti kondisi dinamis global yang menjadi salah satu alasan dibalik terwujudnya penandatangan ICA-CEPA pada September. Penandatangan berhasil dilakukan dengan rentang pembahasan yang kurang dari 24 bulan.

Adapun penandatanganan ICA-CEPA yang disaksikan oleh Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Kanada Mark Carney di Ottawa, Kanada, pada 24 September 2025.

Melalui implementasi ICA-CEPA, lebih dari 90 persen pos tarif Indonesia mendapat preferensi di pasar Kanada. Bahkan, beberapa produk akan langsung menikmati tarif 0 persen.

Sejumlah komoditas yang akan merasakan dampak langsung dari ICA-CEPA, di antaranya adalah produk olahan makanan, manufaktur, otomotif, elektronik, tekstil, hingga alas kaki.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Pelaksanaan program penghapusan bentor

13 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.