Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mulai April 2026, SPBU Swasta Wajib Ambil Solar dari Pertamina: Pasar BBM Berubah Arah

📅 Jumat, 06 Feb 2026, 21:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mulai April 2026, SPBU Swasta Wajib Ambil Solar dari Pertamina: Pasar BBM Berubah Arah Doc: ANTARA FOTO/ Indrianto Eko Suwarso
Ket. Arsip foto - Pengemudi angkutan kota mengisi BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Vivo saat peresmiannya di Cilangkap, Jakarta Timur.

JAKARTA – Masuknya SPBU swasta sebagai pembeli solar dari Pertamina menandai pergeseran pola distribusi energi yang semakin terbuka dan kompetitif.

Skema ini menunjukkan peran Pertamina tetap dominan sebagai pemasok utama, sekaligus membuka ruang kolaborasi dengan pelaku swasta untuk memperluas jangkauan layanan BBM.

Namun, efektivitas kebijakan ini akan sangat ditentukan oleh transparansi harga, kepastian pasokan, serta pengawasan distribusi agar tidak menimbulkan distorsi pasar maupun risiko kelangkaan di tingkat konsumen.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan badan usaha pengelola stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta akan menggunakan solar dalam negeri yang dibeli dari Pertamina mulai April 2026.

“Iya (sudah memesan solar dari Pertamina). Nanti rencananya April sudah harus menggunakan solar dalam negeri,” ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman dijumpai di Kementerian ESDM Jakarta, Jumat (6/2).

Laode mengungkapkan sudah melakukan sejumlah pertemuan dengan badan usaha pengelola SPBU swasta dan Pertamina guna membahas pembelian solar dari perusahaan pelat merah tersebut.

Terdapat poin-poin yang harus disiapkan oleh Pertamina pada masa transisi ini, seperti penyediaan loading port atau pelabuhan muat yang memadai, kargo yang disesuaikan dengan volume yang dipesan oleh masing-masing badan usaha, serta spek bahan bakar murni atau base fuel solar yang disesuaikan dengan permintaan badan usaha.

Berbagai poin itu didiskusikan dalam pertemuan antara Laode dengan badan usaha pengelola SPBU sebagai langkah mitigasi, sehingga pada April diharapkan tidak terjadi krisis yang terkait pembelian solar dalam negeri.

“Spek solar harus dibahas, kalau tidak nanti terjadi seperti tahun lalu, soal base fuel (bahan bakar murni),” ujar Laode.

Adapun kejadian yang disinggung oleh Laode adalah penolakan Vivo terhadap base fuel untuk BBM jenis bensin yang diimpor oleh Pertamina pada akhir tahun 2025 . Penolakan tersebut disebabkan base fuel yang diimpor Pertamina mengandung etanol.

Permasalahan itu berhasil diatasi, sehingga Vivo membeli BBM jenis bensin dari Pertamina pada akhir tahun 2025 untuk menjalankan operasional SPBU-nya.

Pembelian BBM dari Pertamina berlangsung pada kuartal akhir 2025, sebab kuota impor BBM SPBU bernuansa biru itu habis sebelum tahun 2025 berakhir.

Diwartakan sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, akan menyetop impor solar untuk stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta pada 2026.

Apabila masih terdapat kargo-kargo solar yang masuk ke Indonesia ada bulan Januari atau Februari, lanjutnya, maka solar tersebut merupakan sisa impor 2025.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Luar Negeri
Paus Leo XIV Sukses Jalani ...
Advertisement
Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.