Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tetua adat Tegaskan Warga Badui Cinta Hidup Damai, Rukun, dan Sejahtera

📅 Kamis, 05 Feb 2026, 13:10 WIB | Oleh:
Tetua adat Tegaskan Warga Badui Cinta Hidup Damai, Rukun, dan Sejahtera  Doc: antara foto
Ket. Masyarakat Badui di Lebak, Banten.

LEBAK - Tetua adat Badui yang juga Kepala Desa Kanekes Kabupaten Lebak, Banten, Jaro Oom, menegaskan, masyarakat Suku Badui di pedalaman Kabupaten Lebak, mencintai kedamaian, kerukunan, dan kesejahteraan sehingga terbebas dari kejahatan.

"Kita hingga kini warga Badui Luar dan Badui Dalam tidak ada yang terlibat kejahatan , karena dilarang oleh leluhur nenek moyang," kata dia, saat dihubungi di Rangkasbitung, Lebak, Kamis (5/2).

Masyarakat Badui hingga kini hidup penuh kedamaian, kerukunan dan kesejahteraan, sehingga perbuatan yang merugikan orang lain, seperti melakukan kejahatan dilarang dan sanksi hukum adat cukup berat.

Bahkan, mereka warga Badui yang melakukan kriminal bisa dikeluarkan dari komunitas adat.

Oleh karena itu, pihaknya hingga kini belum ada masyarakat Badui yang terlibat narkoba, melakukan perbuatan zinah, kekerasan seksual kepada anak-anak, mencuri, merampok hingga membunuh.

"Kami ingin hidup damai, rukun, sejahtera dengan tidak melakukan pelanggaran adat dan hukum negara," kata dia.

Menurut dia, pihaknya sebagai tetua adat juga mengoptimalkan imbauan -imbauan kepada warganya pada acara kegiatan adat agar membatasi pergaulan bebas dengan orang luar.

Misalnya, kata dia, pergaulan bebas itu joget pada hiburan jaipong dan dangdut, sehingga dapat memicu keributan.

Karena itu, pergaulan bebas bisa memicu kejahatan dan kriminal di masyarakat.

"Kami bersama kepolisian selalu mengedukasi kepada warga untuk melakukan hal-hal yang baik dan positif untuk kesejahteraan masyarakat," katanya menjelaskan.

Ia mengatakan, masyarakat Suku Badui berpenduduk 16.000 jiwa tersebar di 68 kampung, termasuk Badui Dalam hidup penuh rukun, damai dan sejahtera.

Kehidupan masyarakat adat itu sehari - hari bercocoktanam dan aneka kerajinan sebagai sumber kehidupan pangan dan ekonomi.

"Kami sampai saat ini belum pernah ada warga Suku Badui yang melakukan kejahatan, karena bertentangan dengan adat juga sanksi hukumnya berat dan patal serta bisa dikeluarkan dari komunitas adat," kata Oom.

Sementara itu, Kapolres Lebak, AKBP Herfio Zaki, mengapresiasi pemukiman Badui terbebas narkoba , minuman keras dan kejahatan lainnya, karena masih kuat memegang adat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Malam Suro: Dialektika Ruang Perjumpaan Tradisi, Agama, dan Sejarah

Malam Suro: Dialektika Ruang Perjumpaan Tradisi, Agama, dan Sejarah

16 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.