Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sekolah di DAS Brantas Ikut Edukasi Pemantauan Kualitas Air

📅 Kamis, 05 Feb 2026, 11:05 WIB | Oleh:
Sekolah di DAS Brantas Ikut Edukasi Pemantauan Kualitas Air Doc: Antara Foto
Ket. Sejumlah siswa berlatih memeriksa kualitas air sungai di wilayah DAS Brantas Tengah, Tulungagung, Jawa Timur.

Perum Jasa Tirta (PJT) I bersama Jaring-Jaring Komunikasi Pemantauan Kualitas Air (JKPKA) menggandeng 27 sekolah di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas Tengah untuk mengikuti edukasi pemantauan kualitas air sungai.

Kepala Subdivisi Komunikasi Korporat dan Umum PJT I Yulia Puspitaningroem di Tulungagung, Jawa Timur, Kamis, mengatakan kegiatan tersebut diikuti pembina dan siswa perwakilan sekolah dari wilayah Tulungagung, Trenggalek, Blitar, dan Kediri.

"Edukasi ini merupakan bagian dari peran PJT I dalam pengelolaan sumber daya air di wilayah Sungai Brantas yang tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga pada peningkatan pemahaman dan keterlibatan masyarakat," katanya.

Ia menjelaskan kolaborasi PJT I dan JKPKA bertujuan memperkuat edukasi lingkungan serta mendorong keterlibatan generasi muda dalam menjaga kualitas air sungai secara berkelanjutan.

Kegiatan tersebut juga menjadi sarana sosialisasi dan regenerasi anggota JKPKA melalui pelibatan sekolah sebagai bagian dari jejaring pemantauan kualitas air.

Rangkaian kegiatan meliputi penyegaran materi pemantauan kualitas air sungai secara fisik, kimia, dan biologi, dilanjutkan praktik lapangan pemantauan sungai, penulisan laporan hasil pemantauan, diskusi kelompok, hingga presentasi.

Ia menilai peran strategis sekolah sebagai agen perubahan dalam membangun budaya peduli sungai di lingkungan masing-masing.

"Melalui pelibatan guru dan siswa, kami berharap kepedulian terhadap pelestarian kualitas air sungai dapat tumbuh sejak dini," ujarnya.

Kegiatan yang mengusung tema "Air untuk Hari Ini dan Esok, Peran Strategis JKPKA dalam Konservasi dan Edukasi Sungai yang Berkelanjutan" tersebut, sekaligus menjadi upaya penguatan kapasitas jejaring sekolah dalam pemantauan kualitas air sungai.

Ia mengatakan sinergi antara dunia pendidikan, masyarakat, dan pengelola sumber daya air dibutuhkan untuk menjaga kelestarian sungai sebagai sumber kehidupan bagi generasi kini dan mendatang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.