Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Program Biodiesel Berhasil, Devisa Terselamatkan, Emisi Karbon Terkendali

📅 Kamis, 05 Feb 2026, 18:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Jadi Role Model

Sekretaris Jenderal APROBI, Ernest Gunawan, menyebut Indonesia kini menjadi salah satu pelaksana program biodiesel terbesar di dunia. Menurutnya, banyak negara menjadikan Indonesia sebagai rujukan karena sukses menjalankan mandat campuran hingga B40 secara nasional. “Kita sering disebut ‘big brother’ biodiesel. Skala kita paling besar di dunia,” ujarnya.

Ia menambahkan, program B40 saja telah melibatkan sekitar 1,9 juta tenaga kerja dari hulu hingga hilir serta menghasilkan penghematan devisa sekitar Rp140 triliun pada 2025.

Aprobi menyatakan industri siap meningkatkan kapasitas menuju B50, namun implementasinya perlu dilakukan hati-hati agar tidak mengganggu pasokan bahan baku dan kebutuhan pangan.

“B40 saat ini sudah ideal dan berkelanjutan. Ke depan kita tetap optimistis, selama kebijakan disiapkan matang bersama sektor hulu,” kata Ernest.

Dukungan terhadap biodiesel juga datang dari sektor perkebunan. Pengurus Bidang Komunikasi Media GAPKI Mochamad Husni menyatakan pelaku usaha sawit siap menyukseskan kebijakan biodiesel, meski pemerintah tetap perlu berhati-hati sebelum menaikkan campuran ke B50. “Kami tentu mendukung. Tapi perlu perhitungan matang soal ketersediaan bahan baku. Penundaan B50 mungkin bagian dari kehati-hatian itu,” ujarnya.

Dari sisi hulu, industri melakukan berbagai langkah peningkatan produktivitas, mulai dari kerja sama riset, peremajaan kebun (replanting), hingga inovasi penyerbukan tanaman. Salah satunya mendatangkan serangga penyerbuk dan bibit unggul dari Tanzania untuk meningkatkan hasil panen.

“Replanting dan peningkatan produktivitas terus kami genjot. Sawit ini industri strategis nasional, jadi harus dijaga keberlanjutannya,” katanya.

Program pendanaan

Sementara itu, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) memperkuat ekosistem sawit melalui berbagai program pendanaan. Dari BPDP, Ahmad Zuhdi mengatakan lembaganya tak hanya mendukung insentif biodiesel, tetapi juga pendidikan, riset, dan peremajaan kebun rakyat.

Pada 2025, BPDP menyalurkan sekitar 4.000 beasiswa bagi mahasiswa di seluruh Indonesia, membiayai penelitian produktivitas sawit, membantu program peremajaan perkebunan, hingga penyediaan sarana prasarana pertanian.

Untuk program biodiesel sendiri, BPDP menanggung selisih harga antara solar dan biodiesel sebagai insentif. Hingga akhir 2025, dukungan untuk sektor PSO mencapai 6,9 juta kiloliter dengan nilai sekitar Rp35,5 triliun.

“Dana ini berasal dari pungutan ekspor sawit dan dikelola kembali untuk mendukung keberlanjutan industri,” jelasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.