Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rupiah Hari Ini Terseret Sentimen Risk-Off Dunia, Efek Penguatan Dolar dan Kenaikan Imbal Hasil US Treasury

📅 Rabu, 04 Feb 2026, 18:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rupiah Hari Ini Terseret Sentimen Risk-Off Dunia, Efek Penguatan Dolar dan Kenaikan Imbal Hasil US Treasury Doc: ANTARA/ Muhammad Adimaja
Ket. Ilustrasi - Petugas menunjukan uang pecahan dolar AS dan rupiah di Bank BSI, Jakarta.

JAKARTA – Pelemahan rupiah mencerminkan tekanan eksternal yang kembali menguat, terutama dari apresiasi dolar AS seiring ekspektasi kebijakan moneter The Fed yang masih cenderung ketat dan kenaikan imbal hasil US Treasury.

Kombinasi ini memperkuat daya tarik aset dolar sekaligus memicu arus keluar modal dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Sikap risk-off investor global pun kian dominan, membuat rupiah rentan tertekan meski fundamental domestik relatif terjaga.

Kondisi ini menegaskan bahwa pergerakan rupiah masih sangat dipengaruhi dinamika global, khususnya arah suku bunga AS dan sentimen pasar keuangan internasional.

Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan di Jakarta, Rabu (4/2), bergerak melemah 23 poin atau 0,14 persen menjadi Rp16.777 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.754 per dolar AS.

Research and Development Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Taufan Dimas Hareva mengatakan pelemahan rupiah tertahan berkat stabilitas makro dan kehati-hatian investor.

“Rupiah relatif tertahan oleh kombinasi faktor stabilitas makro masih solid dan kehati-hatian investor,” ujarnya di Jakarta, Rabu (4/2).

Fundamental ekonomi Indonesia dinilai masih cukup solid, ditopang inflasi yang terjaga dalam target, cadangan devisa yang memadai, serta komitmen Bank Indonesia (BI) menjaga stabilitas nilai tukar melalui kebijakan moneter dan intervensi pasar.

Kendati demikian, lanjutnya, aliran modal asing ke pasar keuangan domestik cenderung selektif, terutama di tengah pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan volatilitas pasar saham regional.

“Kondisi ini membuat ruang penguatan rupiah menjadi terbatas, meskipun tekanan pelemahan tidak akan terlalu dalam selama sentimen global tidak memburuk secara signifikan,” ungkap Taufan

Melihat sentimen global, pelaku pasar dikatakan masih mencermati perkembangan sentimen global dan menunggu katalis baru yang lebih kuat.

“Tekanan terhadap rupiah berasal dari penguatan dolar AS yang didukung ekspektasi kebijakan moneter The Fed yang cenderung bertahan ketat serta kenaikan imbal hasil US Treasury, sehingga mendorong sikap hati-hati investor global,” ujar dia.

Adapun Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini justru bergerak menguat ke level Rp16.775 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.777 per dolar AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

38 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.