Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Investasi Manufaktur Tetap Tumbuh, 1.236 Perusahaan Industri Siap Berproduksi Pertama Kali pada 2026

📅 Rabu, 04 Feb 2026, 12:20 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Investasi Manufaktur Tetap Tumbuh, 1.236 Perusahaan Industri Siap Berproduksi Pertama Kali pada 2026 Doc: istimewa
Ket. Juru Bicara Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Febri Hendri Antoni Arief

JAKARTA-Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan bahwa investasi di sektor industri manufaktur nasional tetap tumbuh dan berkelanjutan, sebagaimana tercermin dari realisasi kapasitas produksi baru serta indikator investasi riil lainnya.

Menanggapi pernyataan sejumlah pihak yang meragukan keberlanjutan investasi manufaktur, lembaga pembina industri itu menilai pandangan tersebut kurang tepat dan tidak sepenuhnya mencerminkan data faktual.

Berdasarkan data Kementerian Perindustrian per 15 Januari 2026, terdapat 1.236 perusahaan industri yang telah menyelesaikan tahap pembangunan pada 2025 dan siap mulai berproduksi untuk pertama kalinya pada 2026. Kehadiran kapasitas produksi baru ini menjadi bukti konkret bahwa investasi manufaktur bukan hanya tumbuh, tetapi juga direalisasikan secara nyata di sektor riil.

Investasi industri pada tahun 2026 tersebut diharapkan menyerap tenaga kerja baru sebanyak 218 ribu orang. Industri baru ini merupakan relokasi dari luar negeri, ekspansi atau investasi baru. Industri baru ini diharapkan mampu menciptakan PDB (Produk Domestik Bruto) dan kemudian menambah PDB IPNM yang telah ada selama ini.  

“Masuknya investasi ke sektor industri tidak bisa dinilai hanya dari satu indikator sentimen. Fakta bahwa lebih dari seribu perusahaan industri siap beroperasi pada 2026 menunjukkan bahwa investasi manufaktur berjalan dan berkelanjutan,” ujar Juru Bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri Antoni Arief di Jakarta, Rabu (4/1).

Febri menambahkan, anggapan bahwa investasi manufaktur tidak tumbuh justru bertentangan dengan data resmi pemerintah. Data rilis ekspor-impor terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa impor barang modal pada tahun 2025 tumbuh di atas 34,66 persen dibandingkan tahun 2024.

Impor barang modal tersebut terutama berasal dari impor mesin dan peralatan mekanis, yang secara langsung berkaitan dengan aktivitas investasi baru dan perluasan kapasitas produksi atau ekpansi industri.

“Peningkatan signifikan impor barang modal, khususnya mesin dan peralatan mekanis, menjadi indikator kuat bahwa investasi manufaktur justru tumbuh pesat, terutama sepanjang 2025. Ini menunjukkan industri sedang melakukan ekspansi dan modernisasi kapasitas produksi,” tegas Jubir.

Selain itu, realisasi produksi baru pada 2026 diperkirakan akan didukung oleh investasi sektor industri pengolahan nonmigas dalam jumlah besar serta berpotensi menyerap ratusan ribu tenaga kerja. Hal ini sekaligus memperkuat struktur industri nasional dan menjaga momentum pertumbuhan industri manufaktur di atas lima persen.

Lebih lengkap

Kemenperin menilai bahwa indikator berbasis aktivitas riil, seperti jumlah perusahaan yang mulai berproduksi, realisasi investasi, serta impor barang modal, memberikan gambaran yang jauh lebih komprehensif mengenai kondisi investasi manufaktur dibandingkan indikator berbasis survei semata.

Ke depan, Kemenperin terus mendorong penguatan iklim investasi industri melalui kebijakan hilirisasi, pengembangan kawasan industri, transformasi industri 4.0, serta penguatan pasar domestik dan ekspor. Langkah ini dilakukan untuk memastikan investasi manufaktur tidak hanya tumbuh, tetapi juga berkelanjutan dan berdampak nyata terhadap perekonomian nasional.

“Dengan berbagai kebijakan tersebut, kami optimistis investasi industri manufaktur akan terus tumbuh, menciptakan lapangan kerja, dan berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkas Febri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
  • Pria tanpa identitas Tewas Tersengat Listrik saat Curi Kabel LRT
    Wajar sih kalau mati, justru aneh klo tidak ...
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Nasional
Warga memanfaatkan air send...
Megapolitan
Hilang Kendali, Sebuah Taks...

Tradisi Sembahyang Rebutan di Semarang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Rona
Tradisi Sembahyang Rebutan ...

Inflasi bulan Agustus 2026

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Inflasi bulan Agustus 2026
Megapolitan
Pemkab Bogor Masih Diubek-u...
Advertisement
Minta Laporan Penanggulangan Karhutla, Presiden Prabowo Panggil Panglima-Kapolri

Minta Laporan Penanggulangan Karhutla, Presiden Prabowo Panggil Panglima-Kapolri

02 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.