Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Generasi Z Cari Pengalaman yang Terasa Unik dan Personal, Itu Pendorong Utama Mereka Berwisata

📅 Rabu, 04 Feb 2026, 17:33 WIB | Oleh:
Generasi Z Cari Pengalaman yang Terasa Unik dan Personal, Itu Pendorong Utama Mereka Berwisata Doc: ANTARA/HO-Humas Pemkot Sabang
Ket. Wisatawan muda mengunjungi destinasi wisata Tugu KM Nol Indonesia di Kota Sabang.

JAKARTA - Chief Growth Officer HBX Group, Mark Antipof mengungkapkan bahwa pengalaman menjadi faktor utama yang mendorong keputusan perjalanan generasi Z, melampaui pertimbangan harga.

Ia mengatakan, perubahan perilaku konsumen muda telah membentuk ulang cara industri pariwisata merancang dan memasarkan produk perjalanan.

“Bagi generasi Z, yang terpenting bukan harga, melainkan nilai dan pengalaman yang mereka dapatkan,” ujar Mark dalam ajang MarketHub Asia 2026 di Bali, Rabu (4/2).

Ia menjelaskan, generasi Z mencari pengalaman yang terasa unik dan personal, serta dapat dibagikan melalui media sosial.

Menurut dia, inovasi teknologi termasuk kecerdasan buatan (AI), media sosial, dan ekosistem digital lainnya berperan besar dalam membentuk persepsi dan inspirasi perjalanan mereka.

Mark mengatakan, meskipun harga tetap menjadi faktor dalam keputusan pembelian, persaingan yang ketat membuat industri tidak lagi bisa hanya mengandalkan diskon.

Oleh karena itu, pengalaman yang berbeda dan bermakna menjadi pendorong utama, bahkan di tengah ketidakpastian global dan tekanan ekonomi.

Ia juga menyoroti bahwa segmen pariwisata mewah masih menunjukkan pertumbuhan yang kuat.

Namun demikian, kemewahan tidak lagi identik dengan harga tinggi semata, melainkan kualitas pengalaman seperti resor eksklusif, layanan personal, dan akses khusus yang memberikan rasa istimewa bagi wisatawan.

Selain itu, Mark mencatat adanya perubahan pola pemesanan akibat dinamika geopolitik.

Wisatawan kini cenderung memesan lebih dekat dengan waktu keberangkatan dan lebih impulsif, sambil mencari pengalaman terbaik yang sesuai dengan nilai yang mereka inginkan.

Ia menambahkan bahwa ke depan, industri pariwisata perlu semakin fokus pada penciptaan pengalaman yang terhubung, relevan, dan bernilai bagi generasi muda. 

Dengan pendekatan tersebut, perjalanan tidak hanya menjadi konsumsi, tetapi bagian dari identitas dan gaya hidup generasi Z. 

“Orang tetap bepergian. Yang berubah adalah kapan dan ke mana mereka pergi, serta pengalaman apa yang mereka cari,” kata Mark. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Advertisement
Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut

Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut

11 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.