Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemerintah Sumbar Pastikan Huntara Siap Dihuni Sebelum Puasa

📅 Selasa, 03 Feb 2026, 16:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemerintah Sumbar Pastikan Huntara Siap Dihuni Sebelum Puasa Doc: Antara
Ket. Salah seorang penghuni hunian sementara merapikan barang-barang miliknya di huntara Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.

Kota Padang - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menargetkan seluruh penyintas banjir bandang dan tanah longsor di sejumlah daerah terdampak sudah menempati hunian sementara (huntara) sebelum bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.

"Kita berharap dan berupaya seluruh penyintas banjir bandang sudah menempati huntara sebelum Ramadhan 1447 Hijriah," kata Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar Arry Yuswandi di Kota Padang, Selasa (3/2).

Arry mengatakan saat ini pemerintah daerah bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Danantara, serta TNI dan Polri terus mengebut pembangunan huntara di Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar, dan beberapa titik lainnya.

"Sebagian sudah bisa ditempati masyarakat, dan sebagian lagi masih terus berproses yang kita harapkan selesai menjelang bulan puasa," kata dia.

Terkait huntara di Jorong Salareh Aia, Kecamatan Palembayan yang sempat banjir setelah dihuni, Arry meminta hal itu segera ditangani oleh pemerintah daerah agar tidak menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat.

"Kita meminta harus ada antisipasi dari pemerintah daerah agar huntara yang ditempati masyarakat tidak lagi kebanjiran," ucap dia.

Terpisah, Gubernur Sumbar Mahyeldi mengatakan pemerintah provinsi setempat akan memprioritaskan daerah-daerah terdampak bencana sebagai lokasi utama pelaksanaan safari Ramadhan 1447 Hijriah.

"Safari Ramadhan tahun ini diarahkan ke daerah-daerah terdampak bencana agar kita melihat dan merasakan langsung sejauh mana tingkat pemulihan di berbagai daerah terdampak," kata Gubernur Sumbar.

Sebaiknya Anda baca juga:

Tambahan informasi, Pemerintah Provinsi Sumbar setidaknya membutuhkan anggaran sebesar Rp21,44 triliun untuk memenuhi berbagai kebutuhan pascabencana yang terjadi di 16 kabupaten dan kota akhir November 2025.

Anggaran tersebut mencerminkan kebutuhan yang harus dipenuhi secara bertahap, dan terencana agar pemulihan dapat berjalan dengan baik serta tepat sasaran. Dari sisi kewenangan, kebutuhan pascabencana terbagi ke dalam tiga tingkatan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Wilayah Barat dan Timur Bog...

BBM Mahal, Warga Tangerang Hijrah ke Pertalite

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
BBM Mahal, Warga Tangerang ...

Bandit yang Memalak di Jakarta Pusat Diringkus

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Bandit yang Memalak di Jaka...
Luar Negeri
Warga Russia Dibatasi dalam...
Nasional
IABI: Gempa Magnitudo 6,7 d...

Harga Cabai Rawit Rp73.000/Kg, Telur Ayam Rp29.550/Kg

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp73.000/...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Malam Suro: Dialektika Ruang Perjumpaan Tradisi, Agama, dan Sejarah

Malam Suro: Dialektika Ruang Perjumpaan Tradisi, Agama, dan Sejarah

16 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.