Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perum Bulog Cianjur Pastikan Penyerapan GKG Terus Dilakukan

📅 Selasa, 28 Jul 2026, 07:34 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perum Bulog Cianjur Pastikan Penyerapan GKG Terus Dilakukan Doc: ANTARA
Ket. Kantor Perum Bulog Cianjur, Jawa Barat.ANTARA/Ahmad Fikri.

CIANJUR – Perum Bulog Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, memastikan penyerapan Gabah Kering Giling (GKG) dari petani di tiga wilayah terus dilakukan meski sudah melampaui target dengan harga Rp6.500 per kilogram.

Kepala Perum Bulog Cianjur, Muhammad Azwar Fuad, di Cianjur, Senin (27/7), mengatakan pihaknya tetap menyerap gabah petani dengan harga yang sudah ditetapkan.

Hingga pertengahan tahun 2026 penyerapan gabah mencapai 74 ribu ton sejak awal masa panen, sedangkan stok beras yang tersedia di gudang Bulog mencapai 30.778 ton dan dipastikan cukup untuk beberapa bulan ke depan.

"Penyerapan terus dilakukan untuk menjaga stabilitas stok dan ketahanan pangan di tiga wilayah Cianjur, Kabupaten Sukabumi, dan Kota Sukabumi, dimana hingga Juli 2026 serapan gabah masih cukup tinggi," katanya.

Harga yang tetap dan stok yang aman, kata dia, diharapkan mendorong petani di tiga wilayah tetap berproduksi dan tidak khawatir terkait pemasaran hasil panen yang akan terus ditampung sebanyak mungkin sepanjang tahun 2026.

Dia menegaskan hingga Juli 2026 Bulog Cianjur telah menyerap gabah dari petani sekitar 130 persen dari target yang ditetapkan sebesar 33.722 ton, dimana gabah yang terserap sudah melebihi target namun penyerapan terus dilakukan.

Sehingga pihaknya memastikan cadangan gabah dan stok beras yang tersedia untuk masyarakat di tiga wilayah Cianjur, Sukabumi, dan Kota Sukabumi mencukupi hingga akhir tahun, bahkan lebih karena penyerapan terus dilakukan.

Bahkan pihaknya melakukan langkah strategis untuk menjaga ketahanan pangan dan stabilitas harga selama musim kemarau panjang mulai dari penguatan stok beras hingga optimalisasi pendistribusian beras bantuan pemerintah.

"Untuk menjaga stok aman dan harga terjamin, kami jalankan program bantuan pangan nasional bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang mencapai 400 ribu orang di tiga wilayah, dimana bantuan pangan disalurkan selama tiga bulan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Kesialan Persebaya atau Dewi Fortuna bagi PSM?

17 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kesialan Persebaya atau Dew...
Olahraga
Mulai 2027, Aturan Pelacaka...

Anoman Obong Kalau Jadi Tema Game Bakal Seru

45 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Anoman Obong Kalau Jadi Tem...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.