Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenag akan Renovasi Madrasah-Pesantren Terdampak Longsor Cisarua

📅 Senin, 02 Feb 2026, 08:52 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kemenag akan Renovasi Madrasah-Pesantren Terdampak Longsor Cisarua Doc: Kemenag
Ket. Menteri Agama Nasaruddin Umar meninjau madrasah yang jadi tempat evakuasi sementara korban terdampak longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

JAKARTA - Kementerian Agama akan merehabilitasi dan merenovasi madrasah serta pesantren yang terdampak longsor dan banjir di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, khususnya yang beralih fungsi sementara menjadi pusat layanan kemanusiaan bagi penyintas bencana.

“Yang segera menyusul adalah rehabilitasi dan renovasi madrasah serta masjid. Kami pastikan keluarga besar madrasah tidak akan merasa sendirian,” ujar Menag Nasaruddin Umar dalam keterangannya di Jakarta, Senin (2/2).

Menag menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada pengelola madrasah dan pesantren yang dengan tulus membuka ruang pendidikannya untuk kepentingan kemanusiaan yang mendesak.

Menurut Menag, keterlibatan lembaga pendidikan dalam penanganan bencana merupakan wujud nyata pendidikan karakter bagi para siswa.

“Ini menjadi pembelajaran kemanusiaan yang luar biasa bagi para siswa dan santri. Kepedulian ini adalah nilai yang sangat berharga,” ujar Menag.

Menag memastikan pihaknya akan terus mengawal proses pemulihan pascabencana. Ia menegaskan perbaikan fasilitas pendidikan akan segera dilakukan begitu masa tanggap darurat selesai, demi mengembalikan kenyamanan belajar mengajar bagi para santri.

“Pascabencana akan tetap kami kawal agar aktivitas pendidikan dapat kembali berjalan normal dan nyaman,” jata Menag.

Menag juga akan melakukan perbaikan kelas secara menyeluruh. Langkah ini diambil tidak hanya untuk memperbaiki fisik bangunan, tetapi juga untuk menciptakan suasana baru yang kondusif bagi para santri setelah fasilitas tersebut digunakan untuk penanganan jenazah.

“Begitu masa operasi kemanusiaan ini selesai, kita langsung lakukan renovasi,” kata Menag.

Saat meninjau lokasi longsor, Menag juga turut memberikan penguatan mental dan spiritual kepada keluarga korban. Ia mengajak masyarakat untuk tabah dan meyakini bahwa korban yang wafat dalam musibah ini mendapatkan tempat mulia di sisi Tuhan.

“Orang yang meninggal karena tertimpa runtuhan termasuk dalam kategori syuhada. Insya Allah mereka diterima di sisi Allah Swt,” kata Imam Besar Masjid Istiqlal tersebut.

Menag berharap peran strategis madrasah dan pesantren sebagai pusat pendidikan sekaligus pusat kemanusiaan dapat terus diperkuat, sehingga keberadaannya dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat luas, terutama di masa-masa sulit.

Like, Share, Comment:

Komentar (1)

Infinix Noteampek
Infinix Noteampek
04 Feb 2026, 00:18 WIB.

Terimakasih informasinya

Balas
Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.