Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jawa Barat Deflasi Serentak Awal 2026, Kota Bekasi Justru Naik, Ini Penyebabnya

📅 Senin, 02 Feb 2026, 19:36 WIB | Oleh:
Jawa Barat Deflasi Serentak Awal 2026, Kota Bekasi Justru Naik, Ini Penyebabnya Doc: ANTARA/HO BPS Jawa Barat
Ket. Ketua Tim Statistik Distribusi BPS Jabar, Ninik Anisah, memberikan keterangan di Gedung BPS Jawa Barat, Bandung, Senin (2/2).

BANDUNG - Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat mencatat hampir seluruh kabupaten dan kota di provinsi tersebut mengalami deflasi secara bulanan (mtm) pada awal 2026, kecuali Kota Bekasi yang mengalami inflasi sebesar 0,07 persen akibat kenaikan tarif rumah sakit.

"Yang justru mengalami inflasi, adalah di Kota Bekasi. Kalau kita lihat selain akibat harga emas, tarif rumah sakit swasta di Kota Bekasi itu mengalami peningkatan. Tapi kalau komoditas-komoditas lainnya per kabupaten-kota tidak jauh berbeda," kata Ketua Tim Statistik Distribusi BPS Jawa Barat Ninik Anisah di Gedung BPS Jawa Barat, Bandung, Senin.

Ninik mengungkapkan hampir seluruh kabupaten/kota pantauan inflasi di Jawa Barat, mengalami deflasi, seperti Kota Bogor sebesar 0,21 persen, Kota Sukabumi sebesar 0,03 persen, Kota Bandung sebesar 0,09 persen, Kota Cirebon sebesar 0,44 persen, Kota Depok sebesar 0,16 persen.

Selain itu Kota Tasikmalaya sebesar 0,05 persen, Kabupaten Bandung sebesar 0,15 persen, Kabupaten Subang sebesar 0,21 persen dan Kabupaten Majalengka sebesar 0,11 persen.

Di tingkat provinsi, BPS mencatat Jawa Barat mengalami deflasi 0,09 persen (mtm) dengan penurunan harga sejumlah bahan pokok menjadi faktor pendorongnya.

Menurut kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,91 persen dengan andil deflasi sebesar 0,28 persen.

Kelompok transportasi, juga mengalami deflasi sebesar 0,26 persen dengan andil inflasi sebesar 0,03 persen.

"Secara komoditas yang memberikan andil deflasi yaitu cabai merah sebesar 0,10 persen, cabai rawit, daging ayam ras, dan bawang merah masing-masing sebesar 0,06 persen, serta telur ayam ras sebesar 0,04 persen," ujar Ninik.

Sementara komoditas yang menyumbang andil inflasi yaitu emas perhiasan sebesar 0,18 persen, tomat, ikan kembung, bawang putih dan beras masing-masing sebesar 0,01 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Gelar Mubadala Milik Taylor Fritz

21 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Gelar Mubadala Milik Taylor...
Megapolitan
Obat Keras Daftar G Sebanya...

Harga Cabai Rawit Rp61.450/Kg, Telur Ayam Rp31.800/Kg

29 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp61.450/...

Harga Telur di Tingkat Pengecer di Kabupaten Lebak Turun

35 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Harga Telur di Tingkat Peng...

55 Kecamatan di Banten Krisis Air, Polda Kirim Bantuan

37 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
55 Kecamatan di Banten Kris...

4 Tempat Usaha Don Ritto Mulai Disisir Petugas Kejagung

42 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
4 Tempat Usaha Don Ritto Mu...

Warga Akan Lebih Sehat Bila Tinggal di Rumah yang Layak Huni

46 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Warga Akan Lebih Sehat Bila...

ASN Yang Segera Memasuki Masa Pensiun Perlu Persiapan

51 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
ASN Yang Segera Memasuki Ma...

Kepala Daerah di Bali Berminat Dirikan Sekolah Berbasis Hindu

Kepala Daerah di Bali Berminat Dirikan Sekolah Berbasis Hindu

04 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.