Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

150 Ikan Dewa Keramat di Objek Wisata Balong Girang Mati Massal, Pemkab Kuningan Turun Tangan

📅 Senin, 02 Feb 2026, 19:46 WIB | Oleh:
150 Ikan Dewa Keramat di Objek Wisata Balong Girang Mati Massal, Pemkab Kuningan Turun Tangan Doc: Antara/Fathnur Rohman
Ket. Sampel ikan dewa yang diambil untuk diteliti di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Senin (2/2).

KUNINGAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuningan, Jawa Barat, menyelidiki penyebab kematian ratusan ikan keramat di objek wisata Balong Girang, Kecamatan Cigugur, yang dilaporkan terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar di Kuningan, Senin (2/2), mengatakan pihaknya sudah turun langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus mengambil langkah penanganan cepat atas kejadian tersebut.

“Saya sudah cek, jumlahnya sudah di atas 150 ikan dewa sejak beberapa hari terakhir. Ini persoalan serius karena belum pernah terjadi kematian massal seperti ini,” katanya.

Ia menyebutkan laporan awal yang diterima pemerintah daerah menunjukkan kematian ikan mulai terjadi sejak Rabu (28/1) dengan jumlah sekitar 24 ekor, kemudian terus bertambah secara signifikan.

Menurut Bupati Dian, ikan dewa di Balong Girang memiliki nilai penting bagi masyarakat Kuningan karena tidak hanya menjadi objek wisata, tetapi juga simbol budaya dan sejarah daerah.

Ia menegaskan pemerintah daerah akan melakukan penanganan secara cepat dan terukur agar kematian ikan tidak semakin meluas.

“Langkah cepat harus dilakukan. Jangan sampai jumlah ikan yang mati terus bertambah,” ujarnya.

Bupati Dian menuturkan penyebab pasti kematian ikan, masih dalam proses pendalaman dengan melibatkan perangkat daerah terkait dan tim teknis di lapangan.

Selain faktor penyakit, ia menyebutkan kemungkinan lain seperti perubahan suhu air, kondisi kolam, hingga asupan nutrisi ikan juga menjadi perhatian pemerintah daerah.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Dian mengapresiasi laporan masyarakat yang dinilai membantu pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah penanganan.

Sementara itu Kepala Bidang Perikanan Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Kuningan Denny Rianto mengatakan hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya indikasi penyakit pada ikan yang mati.

Ia menjelaskan beberapa ciri yang ditemukan antara lain mulut ikan berwarna putih, adanya parasit berupa cacing, serta dugaan pengaruh perubahan suhu air yang ekstrem.

“Tim teknis juga merekomendasikan penambahan oksigen di kolam melalui pompanisasi air, sebagai langkah awal pencegahan agar kematian ikan tidak terus berlanjut,” tuturnya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Sidang perdana Bupati Pati ...
Daerah
Mengisi libur sekolah denga...

Target pengembangan florikultura

17 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Target pengembangan floriku...
Ekonomi
Edukasi literasi keuangan B...

Pasar Kangen Taman Budaya

27 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pasar Kangen Taman Budaya

Program Wisata Gratis Ramaikan HUT DKI Jakarta

37 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Program Wisata Gratis Ramai...
Megapolitan
Wara Wiri LRT JAKARTA Meria...
Daerah
Bursa Kerja di Jambi Bantu ...
Petakan Musim Kemarau di Sumsel, Simak Peta Perkembangannya dari BMKG

Petakan Musim Kemarau di Sumsel, Simak Peta Perkembangannya dari BMKG

22 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.