Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Saat Sawah Menguning di Lebak, Harapan Petani Ikut Tumbuh

25 Minggu, 01 Feb 2026, 06:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Saat Sawah Menguning di Lebak, Harapan Petani Ikut Tumbuh Saat Sawah Menguning di Lebak, Harapan Petani Ikut Tumbuh Doc: ANTARA/Mansyur
Ket. Petani di Blok Sentral Rangkasbitung Kabupaten Lebak, Banten panen dan gabah basah dimasukkan ke dalam karung untuk dijual ke penampung dengan harga Rp6.500 per kilogram.

LEBAK – Hamparan sawah di sejumlah kecamatan di Kabupaten Lebak, Banten, tampak menguning. Bulir padi yang merunduk menjadi penanda kerja panjang para petani yang akhirnya berbuah panen.

Sejak pagi, suara mesin perontok berpadu dengan tawa ringan petani di pematang, membawa harapan baru bagi dapur keluarga dan roda ekonomi desa.

Panen kali ini bukan sekadar rutinitas musiman. Produksi padi yang relatif baik memberi ruang napas bagi petani Lebak untuk menutup biaya tanam, melunasi kebutuhan rumah tangga, hingga menyisakan modal untuk musim berikutnya.

Di tengah dinamika harga pangan nasional, panen Februari menjadi momentum penting dalam menjaga pasokan beras sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Lebih dari itu, panen padi juga menggerakkan ekonomi lokal. Aktivitas penggilingan, distribusi gabah, hingga perdagangan di pasar desa ikut menggeliat.

Setiap karung padi yang diangkut bukan hanya hasil tani, melainkan simbol optimisme bahwa sektor pertanian tetap menjadi penopang kesejahteraan masyarakat Lebak, selama didukung cuaca, infrastruktur, dan kebijakan yang berpihak pada petani.

"Kita merasa senang panen padi di wilayahnya seluas 50 hektare tanpa terserang hama," kata Ketua Kelompok Tani Blok Sentral Desa Rangkasbitung Timur Kabupaten Lebak, Udin di Lebak, Sabtu.

Para petani di wilayahnya di Blok Sentral Rangkasbitung Kabupaten Lebak musim panen secara serentak dan dipastikan ketersediaan pangan relatif melimpah juga peningkatan ekonomi.

Mereka penampung gabah basah hasil panen tersebut, ditampung dengan harga Rp6.500 per kilogram sesuai patokan pemerintah.

Kebanyakan penampung yang datang ke sini para pemilik pabrik penggilingan padi untuk dijadikan produksi beras.

"Kami sendiri memiliki lahan seluas satu hektare dan produktivitas 6 ton gabah basah dan dijual 5 ton dengan harga Rp6.500/kg, sehingga menghasilkan Rp32,5 juta, sedangkan sisanya 1 ton untuk cadangan pangan keluarga," kata Udin.

Begitu juga petani lainnya, Misbah mengaku panen padi Februari 2026 relatif baik dan menguntungkan, selain tidak terserang hama maupun penyakit juga biaya produksi lebih ringan hingga Rp7,5 juta/hektare setelah harga pupuk subsidi turun, padahal, sebelumnya biaya produksi Rp10 juta/hektare.

"Kami menghasilkan panen 6 ton gabah basah dan 5 ton dijual dengan menghasilkan uang Rp 32,5 juta, sedangkan sisanya 1 ton untuk cadangan pangan keluarga hingga kembali panen," katanya menjelaskan.

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sukabungah Desa Tambakbaya Kecamatan Cibadak Kabupaten Lebak Ruhiana mengatakan, pendapatan usaha pertanian pangan di wilayahnya bisa menghasilkan perputaran uang Rp3,7 miliar per musim panen dari lahan 150 hektare dengan 200 anggota.

Saat ini, petani binaannya musim panen raya dan dipastikan dapat meningkatkan kesejahteraan petani.

Produktivitas padi setiap panen bisa menghasilkan gabah basah sebanyak 5 ton per hektare dan kebanyakan benih Inpari 32 dan waktu masa panen 90-100 hari setelah tanam.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...

Timnas Indonesia U15 Menang Telak 7-1 Atas Fiji

1.5 jam yang lalu | Marcellus Widiarto

Olahraga
Timnas Indonesia U15 Menang...
Advertisement
Selangkah Lagi Juatra! Ubed ke Final French Open Setelah Tundukkan Lanier

Selangkah Lagi Juatra! Ubed ke Final French Open Setelah Tundukkan Lanier

25 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.