Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Komdigi Hadirkan Program Agar Generasi Muda Kuasai Keamanan Siber

📅 Minggu, 01 Feb 2026, 13:14 WIB | Oleh: Tim Penulis
Komdigi Hadirkan Program Agar Generasi Muda Kuasai Keamanan Siber Doc: Komdigi
Ket. Wamen Komdigi Nezar Patria.

JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) berkomitmen menyiapkan generasi muda yang mampu memahami dan menguasai keamanan siber serta artificial intelligence (AI) secara bersamaan lewat program pelatihan hingga penguatan talenta.

“Kita memperkuat pengembangan talenta yang lebih terfokus dalam satu program yang kita sebut AI Talent Factory. Saat ini bekerja sama dengan Universitas Brawijaya, menyusul ITS dan UGM, serta sejumlah kampus lain,” kata Wamen Komdigi Nezar Patria lewat keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu.

Adapun program pelatihan di balai-balai SDM serta Digital Talent Scholarship yang memasukkan modul keamanan siber dan AI.

Pemerintah juga menyiapkan skema khusus penguatan talenta melalui AI Talent Factory.

Nezar menegaskan upaya ini ditujukan untuk menghadapi peningkatan ancaman digital yang makin personal dan masif.

“Kemkomdigi merespons secara aktif perkembangan keamanan siber dari tingkat global hingga nasional dengan menyiapkan talenta melalui pelatihan-pelatihan,” katanya.

Menanggapi pergeseran ancaman siber akibat penyalahgunaan AI, ia mengakui bahwa skala serangan kini tumbuh jauh lebih cepat dibandingkan kemampuan bertahan, baik pada sistem lembaga maupun perangkat pribadi masyarakat.

“Perkembangan kemampuan serangan itu skalanya jauh lebih besar ketimbang kemampuan untuk bertahan. Ini cukup mengkhawatirkan,” katanya.

Untuk melindungi publik, dia menekankan pentingnya peningkatan kesadaran keamanan digital.

Ia pun menyerukan agar masyarakat bisa memilih dan menggunakan kata sandi yang lebih kuat dan mengaktifkan perlindungan berlapis.

“Kita menyebarkan awareness agar publik paham menggunakan gadget secara aman, memakai password yang lebih kompleks, multi-factor authentication, bahkan kunci fisik yang sudah mulai dipakai sejumlah platform,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah mendorong pengembang platform digital agar membangun sistem dengan pendekatan security by design.

Aspek keamanan harus menjadi bagian dari perancangan sejak awal.

“Sejak awal mereka harus melakukan review terhadap ketahanan siber dan comply dengan standar-standar baru di tengah dinamika AI yang sangat cepat,” tegasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Akses permodalan UMKM melalui KUR

33 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

55 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.