Mentan Tenangkan Publik: Stok Beras Aman, Produksi Telur–Ayam Digenjot
📅 Jumat, 30 Jan 2026, 20:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara.
BOGOR – Ketersediaan stok beras nasional menjadi faktor krusial menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), khususnya Ramadan dan Idulfitri, ketika pola konsumsi masyarakat cenderung meningkat.
Lonjakan permintaan musiman berpotensi memicu tekanan harga apabila tidak diimbangi dengan cadangan yang memadai. Dalam konteks ini, keberadaan stok beras yang cukup berfungsi sebagai instrumen stabilisasi, baik untuk menjaga inflasi pangan maupun melindungi daya beli masyarakat.
Selain itu, cadangan beras pemerintah juga menjadi alat intervensi pasar yang penting untuk meredam spekulasi dan praktik penimbunan. Oleh karena itu, pengelolaan stok yang akurat, distribusi yang tepat waktu, serta koordinasi lintas lembaga menjadi kunci agar stabilitas pangan tetap terjaga selama periode HBKN yang sensitif secara ekonomi dan sosial.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan ketersediaan beras nasional dalam kondisi aman menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), termasuk Imlek dan Ramadhan, seiring stok yang tercatat tertinggi sepanjang sejarah.
Amran mengatakan stok beras nasional saat ini mencapai sekitar 3,3 juta ton, sehingga pemerintah optimistis mampu menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan pokok di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Stok kita aman. Stok beras kita 3,3 juta ton dan tertinggi sepanjang sejarah, jadi aman,” kata Amran usai menghadiri acara "Retreat Bela Negara Persatuan Wartawan Indonesia (PWI)" di Bogor, Jumat (30/1).
Ia menegaskan beras menjadi komoditas utama yang terus dijaga pemerintah karena berpengaruh langsung terhadap inflasi dan daya beli masyarakat, terutama menjelang periode konsumsi tinggi.
Selain menjaga stok beras, Amran menyampaikan bahwa pemerintah juga sedang menyiapkan peningkatan produksi sektor peternakan untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut dia, implementasi MBG akan mendorong tambahan kebutuhan pangan hewani dalam jumlah besar, terutama telur dan daging ayam, sehingga persiapan produksi harus dilakukan sejak dini.
“Kalau kita ikuti program MBG, kita butuh tambahan telur sekitar 0,7 juta ton dan daging ayam sekitar 1,1 juta ton. Ini harus kita siapkan dari sekarang,” ujarnya.
Ia menjelaskan Kementerian Pertanian bersama kementerian dan lembaga terkait mendorong penguatan sektor hulu peternakan, mulai dari penyediaan pakan, anak ayam umur sehari (DOC), hingga dukungan vaksin dan infrastruktur pendukung lainnya.
Penguatan produksi tersebut dinilai penting agar peningkatan permintaan akibat MBG dapat dipenuhi dari dalam negeri tanpa menimbulkan tekanan harga di tingkat konsumen.
Di sisi lain, Amran juga menyinggung kesiapan pasokan beras untuk mendukung kebutuhan jemaah haji Indonesia di Arab Saudi, meski belum merinci lebih lanjut skema ekspor maupun kerja sama yang disiapkan.
“Doakan-doakan. Yang jelas berasnya siap,” ucap Amran singkat menanggapi peluang ekspor beras Indonesia dan pengiriman stok kebutuhan jamaah haji.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!