Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bali Mencurigai Gerak-gerik Babi

📅 Jumat, 30 Jan 2026, 03:12 WIB | Oleh:
Bali Mencurigai Gerak-gerik Babi Doc: ist
Ket. mencegah virus nipah

DENPASAR – Biasanya petugas mengawasi gerak-gerik manusia untuk mencurigai sesuatu, namun Dinas Kesehatan (Dinkes) Bali malah mencurigai atau mencermati tepatnya, gerak-gerik babi. Mengapa demikian? Hal ini berkaitan sebagai upaya mengantisipasi penyebaran virus Nipah melalui ternak babi yang produksinya besar di Pulau Dewata. 

“Jadi, tentu ini yang tetap kami amankan. Kami juga berkoordinasi dengan dinas pertanian untuk kewaspadaan terhadap virus Nipah ini di hewannya,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Bali I Gusti Ayu Raka Susanti.

Raka Susanti di Denpasar, Kamis, menjelaskan virus Nipah ini merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan melalui hewan. Virus ini ada pada kelelawar sebagai inangnya, dan bisa menularkan ke babi seperti kasus KLB di Malaysia tahun 1998, hingga akhirnya mereka harus memusnahkan banyak ternak babi karena dapat menularkan ke manusia.

Meski hingga saat ini belum ada kasus penularan virus Nipah melalui babi di Indonesia, Dinkes Bali tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat Bali merupakan produsen babi terbesar di Indonesia. “Virus Nipah ini ada di air liur kelelawar, kalau dia misalnya makan buah air liurnya di situ, kemudian sisanya kita atau binatang seperti babi yang konsumsi jadi bisa terinfeksi, itu yang kita harus waspadai,” ujar Raka.

Selain mencegah penyebaran virus dari hewan pembawa, Raka mengatakan mereka memperketat masuknya virus dari lalu lintas orang melalui pengawasan Balai Besar Karantina Kesehatan di bandara maupun pelabuhan. Adapun negara paling diantisipasi adalah Malaysia, Singapura, India, Bangladesh, dan Thailand sebagai negara yang menetapkan status kejadian luar biasa.

Hingga saat ini Bali belum menemukan kasus virus Nipah, namun Pemprov Bali memastikan terus melakukan survailans kesehatan untuk mengamati penyakit. Seluruh fasilitas kesehatan juga diyakini siap termasuk ruang isolasi, tenaga kesehatan, dan obat-obatan.

“Di Bali dengan 120 puskesmas, masing-masing kabupaten sudah ada RSUD, kemudian rumah sakit swasta juga siap dengan ruang isolasi dan tenaganya, kami yakin semua siap karena kita sudah belajar dari COVID-19,” kata Raka. Virus Nipah sendiri memiliki banyak kesamaan dengan COVID-19 seperti bergejala flu dan demam, namun virus satu ini dapat menyebabkan komplikasi lebih serius yaitu radang paru, radang otak, hingga angka kematian kasusnya 45-75 persen.

Pemprov Bali mengajak masyarakat ikut serta mencegah penyebaran virus ini dengan melakukan perilaku hidup bersih dan sehat, terutama mencuci tangan dan tidak mengonsumsi buah sembarang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

36 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.